Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Musa, Hafidz Cilik Dunia yang ‘Terlupakan’

06 Oct 2017 // 09:55 // HEADLINE, KAWAN KITA

ini-musa-hafiz-cilik-yang-bikin-dunia-tercengang

JAKARTA (suarakawan.com) – Musa, bocah dari Bangka yang berhasil meraih Juara 1 Hafidz Indonesia 2014 dan tanggal 14 April kemarin baru saja berhasil meraih juara 3 Musabaqah Hifzil Qur’an di Mesir, mengalahkan 80 peserta dari 60 Negara, Masya Allah banget kan.

Yah.. Namanya Musa bin Abu Hanafi. Seorang Hafidz Cilik, usianya masih 7 tahun, bicaranya masih cadel, tapi jangan tanya prestasinya.

Sudah hafal Qur’an saat usianya belum genap 6 tahun, dan sekarang Musa sudah hafal ‘Umdatul Ahkam, Arbain Nawawi, Arbain hadits Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat, dan telah selesai Durusul Lughoh.

Juara 1 hafidz Indonesia 2014, berhasil mencatatkan namanya pada rekor MURI sebagai hafidz termuda, bahkan bukan saja terbaik se Indonesia, tapi juga terbaik se Dunia dalam kompetisi penghapal Quran, dan insyaa Allah terbaik juga di akhirat nantinya.

Yah.. berita kemenangannya yang mengharumkan nama bangsa kurang terekspos di media.. entahlah.. mungkin Standar definisi “Bangga” dan “Mengharumkan Nama Bangsa” kita masih belum jelas. Mungkin menurut mereka, baru layak disebut “Mengharumkan Nama Bangsa” jika memenangi kontes putri-putrian yang mengumbar aurat itu. Sehingga mereka berlomba ramai-ramai memberitakan, atau “Mengharumkan Nama Bangsa” karena berhasil menangkap “terduga teroris”.

Meskipun begitu..
Kami bangga padamu nak..
Jika media-media mainstream itu tak ingin memberitakanmu..
Biarkan kami saja yang menshare berita tentangmu dan mengabarkannya pada Indonesia!

Karena media-media ini tampaknya lebih tertarik sama berita politik yang penuh permainan dan akting, atau berita gosip artis-artis yang tidak bermutu.. biarlah kami yg memberitakanmu ditengah sesaknya berita-berita sampah itu.

Itulah dia Musa..
Seorang putra terbaik bangsa Indonesia..
Musa tak butuh trilyunan rupiah jika sekedar untuk mengharumkan nama bangsa..

Ia pun tidak perlu bersurat ke Dubes atau KBRI agar difasilitasi selama diluar negeri, meskipun membawa nama bangsa.

Ia juga tak perlu mengemis sponsor untuk sekedar mengharumkan nama bangsa, apalagi harus merepotkan negara ratusan milyar dan menodong kementrian agar pegawainya dipotong gajinya.. untuk sekedar mengharumkan nama bangsa.

Iya.. Kami tahu, kamu tidak butuh itu semua nak untuk sekedar membuatmu terkenal di dunia, karena terkenal pada penduduk langit lebih mulia.

Ahh.. Musa kamu lagi-lagi membuat kami bangga nak.. bukan saja membuat bangga orang tuamu, tapi juga membuat bangga umat islam, dan terlebih bangsa ini yang kau wakili.

Tetesan airmata kagum dan haru, bukan saja dari penonton, dan peserta tapi juga syeikh penguji kelas dunia yang menjadi juri diajang itu.

Mereka berlomba berfoto dan mencium kepalamu.. sebagai tanda takzim, bahkan Presiden Mesir memberi penghargaan khusus buatmu sayang.

Teruslah berkarya dan berprestasi nak, kami berharap padamu, harapan didunia dan akhirat sebagai barisan penjaga Qur’an dan penjaga kalam Allah, Semoga Allah selalu menjaga dan merahmatimu nak. (Trisna Fadliyah)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini