Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Murid di Bangka Belitung Masuk RS Usai Dihajar Guru

06 Nov 2017 // 10:52 // HEADLINE, PENDIDIKAN

pemerkosaan_20160404_072018

PANGKALPINANG (suarakawan.com) – RHP, seorang siswa di salah satu Sekolah Menengah Pertama atau SMP di Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, jadi korban tindak kekerasan gurunya, yang bernama Ma’in. Dari rekaman video yang tersebar di media sosial, tampak guru itu begitu keras memukul muridnya, yang sedang duduk di bangku dalam ruangan kelas.

Pimpinan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti, mengungkapkan berdasarkan informasi yang dihimpun dan kesaksian dari para korban bahwa aksi pemukulan dilakukan oknum guru yang mengajar pelajaran Matematika.

Kejadian itu berawal ketika korban dengan sengaja mengejek guru tersebut, dengan memanggil nama tanpa menggunakan sapaan kata ‘Pak’ saat melewati kelas lain yang sedang diajar oleh guru pelaku.

Setelah kelas ananda korban selesai pelajaran olahraga di lapangan. Keisengan ananda korban tersebut kemudian berbuah penganiayaan karena guru pelaku penganiaayaan kemudian mencari siapa murid yang manggil namanya.

“Lalu korban mengaku dia yang memanggil, saat itu juga aksi pemukulan dan pembenturan kepala ke dinding terjadi. Korban sempat dibawa ke kantor kepala sekolah,” ujar Retno dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (6/11).

Retno menjelaskan, korban sempat pingsan setelah mendapat aksi pemukulan dari oknum guru itu. Akhirnya, korban dibawa ke Puskesmas Air Itam oleh keluarganya. Namun, karena siswa korban merasakan pusing terus maka keluarga kemudian membawanya ke Instalasi Gawat Darurat di rumah sakit setempat.

Kata Retno, akibat penganiayaan tersebut, ananda korban dirawat Rumah Sakit Umum Daerah Depati Hamzah. Pihak keluarga tidak terima atas penganiayaan ini dan kemungkinan akan membawa kasus itu ke ranah hukum. (viv/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini