Mucikari Dan Tukang Parkir Keluhkan Pembatasan Doly

suasana di doly

SURABAYA (suarakawan.com)– Pembatasan jam buka kawasan Lokalisasi Dolly dari jam 09.00 pagi hingga 01.00 dinihari, banyak dikeluhkan oleh para mucikari di Kawasan Lokalisasi terbesar Se- asia tenggara ini.

Seperti yang dituturkan, Sakak (50), mucikari yang mempunyai banyak Wisma ini, mengeluh omsetnya akibat pembatasan ini menjadi turun drastis.

“Omset saya turun drastis, biasanya dalam sehari semalam Wisma saya yang berjumlah 20 ini menghasilkan omset sekitar Rp 50-75 juta, tetapi saat ini untuk mencapai Rp 25 juta sangat sulit,” kata Pria asli Makassar ini.

Beberapa, lanjutnya, Wisma miliknya ditutup dikarenakan biaya operasionalnya cukup tinggi.

Selain Mucikari, masyarakat sekitar Lokalisasi ini yang menggantungkan hidup dari kehidupan Lokalisasi dolly, seperti Tukang parkir dan warung makanan jugah resah.

“Parkirku ndelok’en, sepi ngene, yo po karepe Camat iku?(Lihat parkir saya sangat sepi, bagaimana sikap Camat Sawahan, Red),” tutur Dartok, pemilik Parkir No 28.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pihak Kecamatan Sawahan, memberlakukan aturan tentang pembatasan jam operasional Lokalisasi Dolly dari pukul 09.00 pagi hingga 01.00 dini hari.(Jto/nas)

Tag:
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Mucikari Dan Tukang Parkir Keluhkan Pembatasan Doly"