Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Modal Asing Gempur RI, IHSG Diperkirakan Terus Menguat

25 Oct 2016 // 09:57 // BURSA / SAHAM, EKONOMI, HEADLINE

bei

JAKARTA (suarakawan.com) – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia diperkirakan terus mengalami penguatan pada perdagangan hari ini. Seiring dengan semakin minimnya tekanan ekonomi terhadap RI, IHSG ditutup menguat 11 poin atau 0,22 persen ke level 5.420 Senin kemarin.

Analis dari Asjaya Indosurya Securities, William Surya Wijaya, mengatakan IHSG belum terlepas dari fase konsolidasi. Proses perjalanan untuk menembus resistance (batas atas) level 5.488 masih sedang berlangsung.

“Potensi penguatan masih terlihat di tengah mulai minimnya tekanan terhadap IHSG, capital inflow (arus modal masuk) juga mulai terjadi,” ujar William di Jakarta, Selasa (25/10).¹£

Lebih lanjut dia menjelaskan, batas bawah atau support pegerakan IHSG hari ini diproyeksi berada pada level 5.372. Pergerakan IHSG terendah harus bisa dijaga dengan kuat di level tersebut untuk dapat mempertahankan pola kenaikkannya.

Berdasarkan analisa tersebut, pihaknya merekomendasikan saham-saham berikut untuk dikalkulasi diantaranya, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Wika Beton Tbk (WTON), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR).

Kemudian, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON). (viv/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda






  • Terkini