Misil Yang Meledak Di Pasar Loak Berasal Dari Pelabuhan Gresik

SURABAYA –  Kepemilikan laras atau misil yang mengakibatkan tewasnya Efendy(16) dalam peristiwa ledakan di salah satu kios atau stand nomor 3D di Pasar Loak Dupak Surabaya, Jumat (25/3) siang, masih simpang siur.

Terakhir informasi yang kami dapatkan adalah milik Sadi (30), kakak kandung Efendy, korban meninggal, warga Tambak Mayor Surabaya.

Kanit Reskrim Polsek Asem Rowo Surabaya, AKP Naf’an menjelaskan dua misil tersebut dibeli oleh Sadi pada seseorang di Pelabuhan Gresik dengan harga Rp2,5 juta. Kemudian diangkut dengan mobil pick up bersama Efendy di tempat pengelasan Makmun.

“Kemudian oleh Makmun peluru itu dilas dan meledak.” terang AKP Naf’an.

Beruntung Makmun terhindar dari maut. Sementara Efendy yang membantu menginjak ujung selongsongan peluru itu justru terkena ledakannya. Ledakan tersebut juga mengenai Musdar, warga Asem Rowo, yang kebetulan lewat. Efendi-pun tewas dalam perjalanan dengan luka di bagian paha. Sementara Musdar mengalami luka parah. Sadi yang tidak ada ditempat saat ledakan itu, pergi ke depot sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Rencananya dua misil tersebut oleh Sadi akan dipisahkan dan diambil logam kuningannya. Pasalnya harga logam kuningan tersebut dihargai Rp40 ribu per kilogramnya. Diketahui setiap misil atau laras tersebut memiliki bobot sekitar 140 kilogram,  mengingat misil tersebut mengandung campuran besi dan kuningan.

Hingga saat ini pedagang Pasar Loak Dupak Surabaya kembali melakukan aktifitas seperti biasa. Sementara Musdar yang mengalami luka berat masih dirawat di Rumah Sakit Dr Sutomo Surabaya. (bs/ara)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Misil Yang Meledak Di Pasar Loak Berasal Dari Pelabuhan Gresik"