Migrant Institute Mengutuk Atas Eksekusi Mati terhadap Ruyati binti Satubi Di Saudi Arabia

Aktifis Migrant Care melakukan Aksi Teatrikal

SURABAYA (suarakawan.com) – kembali seorang buruh migran Indonesia asal Bekasi yang bernama Ruyati binti Satubi menjalani hukuman mati dengan cara dipancung di Saudi Arabia atas tuduhan membunuh majikannya Khairiya binti Hamid Mejlid.

Masyrakat Indonesia tercengang karena baru beberapa hari yang lalu Presiden SBY menghadiri konferensi ILO ke- 100 pada 14 Juni 2011 di Jenewa dan dalam konferensi tersebut SBY menyampaikan pidato politiknya tentang perlindungan buruh migran.

Sekitar puluhan orang  Senin siang (20/06) yang tergabung dalam Migrant Institute Jawa Timur, melakukan aksi mengecam keras eksekusi mati terhadap Ruyati binti Satubi.

Menurut, Suprapti Husein, Divisi Advokasi Migrant Institute, dalam rilisnya eksekusi mati yang harus dijalani oleh Ruyati binti Satubi adalah bukti ketidak-mampuan pemerintah melindungi warga negaranya dan juga lemahnya diplomasi yang dilakukan oleh pemerintah.

“Sebelum menjalani hukuman mati pastinya sudah ada tahap-tahap seperti persidangan dan pembelaan, tapi pemerintah sudah terbukti tidak memberikan pembelaan dan perlindungan hukum yang maksimal kepada Ruyati binti Satubi,” ujarnya.

Pemerintah, lanjut dia,  juga harus meminta penjelasan kepada pemerintah Saudi Arabia yang telah mengeksekusi mati Ruyati binti Satubi dengan tanpa menjalani persidangan yang terbuka dan tidak memberikan hak Ruyati binti Satubi untuk berkomunikasi dengan keluarganya padahal menurut Kovensi PBB tentang Hak Sipil dan Politik menyatakan bahwa “setiap orang yang dirampas kebebasannya wajib diperlakukan secara manusiawi dan dengan menghormati martabat yang melekat pada diri manusia” (Pasal 10).

Diketahui, sejak Ruyati binti Satubi menjalani persidangan bahkan sampai menjelang eksekusi matipun tak ada komunikasi sama sekali antara almarhumah dengan keluarganya. Mereka mendapat kabar terakhir dari  Ruyati pada tanggal 30 Desember 2009.(Jto/nas)

Satu Respon

Tinggalkan pesan "Migrant Institute Mengutuk Atas Eksekusi Mati terhadap Ruyati binti Satubi Di Saudi Arabia"