Migran Institute Desak Gubernur Beri Bantuan Hukum TKI

TKI

SURABAYA (suarakawan.com) – Kasus yang dialami Ruyati binti Satubi, Tenaga Kerja Wanita Indonesia yang harus dieksekusi pancung di Arab Saudi bisa jadi akan dialami puluhan TKI lainnya.

Berdasarkan catatan Migran Institute, ternyata masih ada 27 TKI lain dan 8 diantaranya berasal dari Jawa timur di Arab Saudi yang nasibnya akan serupa dengan Ruyati dan saat ini mereka menunggu eksekusi mati.

Oleh Karena itu, Migran Institute mendesak pemerintah terutama pemerintah Jawa Timur dibawah pimpinan Soekarwo mengevaluasi bantuan hukum yang diberikan.

“Tidak sepatutnya negeri ini salah kelola karena korupsi yang menjadi jadi, lalu TKI kirimkan dengan elu-elu sebagai pahlawan devisa, sedang didalamnya tidak tampak perlindungan konkret yang diberikan negara terhadap warganya,” ujar Suprapti Husein, Direktur Migran Institute kepada suarakawan.com, Jum’at siang (01/07).

Berikut adalah nama-nama ke- TKI yang akan segera dieksekusi di Arab Saudi :

1.Sulaimah (35), asal Madura,  Berdasarkan keterangan Dwi Mardiyah, TKI Asal Dusun Karangsemanding Desa Sukorejo Kecamatan Bangsalsari yang dijebloskan selama 1 tahun dipenjara, Sulaimah dituduh membunuh majikannya dengan alasan sang majikan melakukan penyiksaan yang berlebihan.

2.Dwi Mardiyah (38) asal Desa Karang Semanding Kecamatan Bangsalsari, Jember, Jawa Timur. Informasinya,  Dwi Mardiyah diberangkatkan PT Baham Putra Abadi. Keluarga mengetahui penahanan Dwi lewat surat yang dikirim tanggal 19 Februari 2007, tetapi keluarga mengaku tidak dijelaskan kesalahannya.

3.Nurfadilah (40), asal Bondowoso.
Berdasarkan keterangan Dwi Mardiyah, TKI Asal Dusun Karangsemanding Desa Sukorejo Kecamatan Bangsalsari, Jember Jawa Timur. Nurfadilah dijebloskan ke penjara karena dituduh membunuh majikannya dengan alasan majikan tersebut melakukan penyiksaan yang berlebihan.

4.Suwarni (25), asal Jawa Timur.  Didakwa membunuh majikan, diancam hukuman pancung, masih dalam proses persidangan, ditahan di penjara wanita.

5.Siti Zaenab binti Duhri Rupa (45), asal Bangkalan, Madura Jawa Timur, didakwa membunuh majikan, diancam hukuman pancung dan telah divonis tetap. Tahun 1999 akan dieksekusi mati, namun Gus Dur melakukan diplomasi dengan Raja Fahd, dan membuahkan hasil eksekusi ditunda hingga sekarang. Siti Zaenab harus menunggu maaf dari anak majikan yang kala itu belum akil baligh.

6.Hafidz Bin kholil Sulam, asal Tulungagung Jawa Timur. Didakwa membunuh majikan, diancam hukuman pancung. Saat ini Hafidh ditahan di penjara Mekah dan menunggu maaf dari keluarga majikan untuk bebas dari hukuman pancung.

7. Nursiyati (38), asal Dusun Pekem, Wangsa Wringintelu, Puger Jember Jawa Timur.Diberangkatkan oleh PT Andromeda Graha Malang. Divonis hukuman dua tahun dan sekarang ini sudah berjalan setahun. Nursiyati hanya menyatakan, bahwa dia sering diganggu oleh keponakan majikannya. Bahkan dia juga pernah diperkosa keponakan majikan hingga hamil. Bahkan dalam suratnya Nursiyati mengaku sedang menunggu proses hukuman rajam.

8. Muhammad Zaini, asal Madura, Jawa Timur. Kasus pembunuhan dan terancam hukuman mati. (Jto/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Migran Institute Desak Gubernur Beri Bantuan Hukum TKI"