MI Bedah Buku Surat Berdarah Untuk Presiden

Tidak ada komentar 8 views

Tenaga Kerja Indonesia (ilustrasi)

SURABAYA-Minah, TKW asal Kediri yang merantau ke Hongkong sebagai PRT di kawasan Tai Po Hongkong. Sebelumnya, tak terbayang sekalipun dalam benak ibu seorang anak ini akan dipekerjakan sebagai penjaga 5 (lima) ekor anjing.

Tiap hari ia merawat anjing dan pada suatu ketika ada seekor anjing yang sakit. Minahpun dihukum tidak diberi makan 3 (tiga) hari. Untuk menahan lapar, Minah terpaksa melumat sisa makanan anjing. Hal ini terus berulang dan membuat Minah depresi sampai kemudian meninggal (diduga bunuh diri).

Minah adalah satu dari kisah-kisah pilu TKW Hongkong tersebut kemudian dikompilasikan dalam sebuah buku yang berjudul “ Surat Berdarah Untuk Presiden” yang berisi ratapan, harapan, impian mereka terhadap pemerintah RI agar lebih melindungi mereka dari berbagai tindak ketidakadilan mulai dari kriminalisasi oknum terminal 4 Bandara Soetta yg suka memeras, atau agar mereka lebih terlindungi tatkala menjalankan pekerjaannya di rumah majikan.

Surat dari Kurningsih, Cendani,Yuli dan teman-teman TKW lainnya secara detail ternarasikan melalui guratan ratapan dan harapan mereka terhadap pemerintah RI agar lebih perduli dan melindungi keberadaan mereka sebagaimana pemerintah negara lain terhadap Buruh Migrannya.

Ingin tau lebih banyak soal perjuangan dan kisah pilu mereka yang disebut pahlawan devisa ini ? hadiri bedah buku Surat Berdarah Untuk Presiden yang digelar Migrant Institute Jatim, Senin 16 Mei 2011 pukul 09.00 wib di Gedung Perpustakaan Unair lantai 1.(nas)

Tag:
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "MI Bedah Buku Surat Berdarah Untuk Presiden"