Meriam Meledak Tewaskan 4 Prajurit TNI, Begini Kronologinya

unnamed (21)

NATUNA (suarakawan.com) – Empat prajurit TNI gugur dan delapan lainnya menderita luka-luka akibat ledakan tembakan meriam dalam latihan pendahuluan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di Tanjung Datuk, Natuna.

“Pimpinan TNI Angkatan Darat menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam dalamnya atas gugurnya 4 prajurit terbaik TNI AD dalam insiden kecelakaan latihan di Natuna beberapa saat yang lalu, semoga almarhum husnul khatimah dan bagi keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Kolonel Arm Alfret Denny Tuejeh, Rabu, 17 Mei 2017.

Dalam keterangan resminya, Alfret menuturkan, meriam jenis Giant Bow milik Batalyon Arhanud 1/K meledak pukul 11.21 WIB.

Meriam itu meledak karena mengalami gangguan pada peralatan pembatas elevasi. Hal itu menyebabkan peluru shrapnel meriam tak dapat dikendalikan dan meledak.

“TNI sedang melakukan investigasi mendalam atas kejadian ini,” ujar Alfret.

Berikut nama korban:
Meninggal dunia
1. Kapten Arh Heru Bayu
2. Praka Edy
3. Pratu Marwan
4. Pratu Ibnu
Luka-luka
1. Serda Alfredo Siahaan
2. Sertu Blego
3. Prada Wahyu Danar
4. Pratu Bayu Agung
5. Pratu Ridai
6. Partu Didik
7. Praka Edi Sugianto
8. Pelda Dawid

(viv/rur)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *