Merasa Ditipu Kapolda, Ratusan Jurnalis Kembali Aksi

Ratusan Wartawan Demo di depan KBS (jto)

SUARABAYA (suarakawan.com)-Lebih dari 100 wartawan Surabaya yang tergabung dalam Aliansi Wartawan Radio, Aliansi Jurnalis Independen, Pewarta Foto Indonesia, KJPL  dan LBH Pers Surabaya melakukan aksi unjuk rasa di jalan Ahmat Yani Surabaya, tepatnya seberang Kebun Binatang Surabaya.

Unjuk rasa  kedua kalinya ini terkait tindak kekerasan wartawan saat peliputan demo falun dafa awal Mei silan. Dimana dalam kasus pengeroyokan tersebut polisi tidak menggunakan UU Pers untuk menjerat oknum yang melakukan pengeroyokan.

“Kabid humas Polda Jatim mengatakan bahwa tidak akan menggunakan UU Pers dalam penyelidikan kasus ini dengan alasan dapat berakibat kurang baik pada hubungan polisi dan wartawan. Melihat alasan ini berarti polisi mengkaburkan pelaku, dan ini sangat tidak ada keseriusan polisi dalam melakukan penyelidikan. Padahal Kapolda sempat berjanji untuk mengusut tuntas kasus ini, ” terang Sandi perwakilan dari IJTI dalam orasinya, Rabu (25/05).

Untuk itu, dalam aksinya para jurnalis menyampaikan sikap diantaranya,
1.Tangkap dan adili pelaku kekerasan terhadap wartawan
2.Tolak manipulasi kasus kekerasan terhadap wartawan
3.Mendesak polisi untuk tetap menggunakan UU Pers dalam penuntasan kasus ini
4.Mendesak polisi agar tranparans terkait memberikan informasi penuntasan kasus tersebut
5. Meminta dewan pers untuk mendesak Polda Jatim agar menggunakan UU Pers dalam menyelesaikan kasus ini.

Wartawan Melakukan Aksi Teatrikal Di Depan Patung Polisi (jto)

Dalam aksi ini para wartawan juga memperagakan teatrikal pocong serta melempari patung polisi dengan bunga di pos polisi depan KBS. (BS/nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *