Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Menteri Susi: Jumlah Nelayan di Indonesia Terus Menurun

07 May 2017 // 07:43 // HEADLINE, MARITIM & LAUT

menteri susi

YOGYAKARTA (suarakawan.com) – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti berharap agar jumlah nelayan di Indonesia mengalami peningkatan. Wilayah perairan Indonesia yang luas menjadi alasan bahwa masih banyak kesempatan bagi nelayan untuk hidup sejahtera.

“Jumlah keluarga nelayan di Indonesia terus menurun. Dari data yang saya punya dari 2003-2013, jumlah nelayan dari 1,6 juta keluarga turun jadi hanya 800.000 jiwa,” ujar Susi saat ditemui di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Sabtu (6/5).

Susi menjelaskan penyebab turunnya jumlah nelayan karena kebijakan yang tidak pro pada nelayan kecil. Salah satunya, kebijakan yang merugikan nelayan kecil adalah masuknya kapal asing di perairan Indonesia. Menurut Susi, kapal asing mendapatkan izin, namun, izinnya untuk 10 kapal.

“Komitmen saya agar masyarakat di pesisir bisa sejahtera. Dan ada penambahan jumlah nelayan dengan banyaknya persediaan ikan di Indonesia. Tidak ada artinya pemerintah memberi bantuan berupa perahu dan alat tangkap ikan tetapi ikannya tidak ada,” kata Susi.

Untuk melindungi nelayan, Susi mengatakan langkah yang dilakukan yakni dimulai dengan memerangi penangkapan ikan yang melanggar hukum atau ilegal fishing. Selanjutnya, melarang penggunaan alat tangkap ikan yang bisa menghabiskan polulasi ikan yang belum memasuki masa tangkap, seperti pukat dan cantrang.

“Persediaan ikan di perairan Indonesia menjadi masalah dasar kesejahteraan nelayan. Salah satu solusinya yakni memberantas ilegal fishing. Jika ikan tersedia pemerintah bisa melanjutkan bantuan lain bagi nelayan,” jelasnya.

Susi menambahkan pemerintah ke depannya akan membuat program-program bantuan berupa asuransi kepada para nelayan. Nelayan yang meninggal di laut juga akan dapat bantuan Rp 200 juta. Sedangkan, yang meninggal di darat akan mendapat Rp 150 juta. Untuk cacat, nelayan akan dapat Rp 100 juta.

“Saya ingin nelayan jumlahnya semakin banyak. Saya juga inhin agar kaum terpelajar nantinya juga mau menjadi nelayan,” pungkasnya. (mer/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini