Menteri Pertanian dan Perdagangan Bantah Dugaan Permainan Kartel

GRESIK (suarakawan.com) – Menteri Pertanian dan Perdagangan Suswono, membantah dugaan adanya permainan kartel dalam kasus penimbunan bawang impor di terminal peti kemas TPS Surabaya beberapa waktu lalu.

Pernyataan Suswono tersebut disampaikan kepada wartawan saat berkunjung ke Kabupaten Gresik Senin (01/04) dalam rangka pencanangan kemitraan Intiplasma Hortikultura di kawasan industri wilayah Gresik Utara.

Suswono menyatakan, ada upaya tidak sehat dari kalangan pengusaha jika masih ada kontainer masih tertahan di TPS Surabaya.

“Jika masih ada peti kemas berisi bawang putih tertahan di TPS Surabaya, maka patut diduga ada permainan kartel yang disengaja oleh kalangan pengusaha,” katanya.

Suswono mengungkapkan, untuk memastikannya, rencananya hari ini juga dia berencana mendatangi langsung terminal peti kemas Surabaya.

“Kedatangan saya ke sana untuk memastikan tidak adanya permainan kartel dalam kasus bawang impor,” imbuh Suswono.

Kasus permainan kartel mencuat setelah data Bea Cukai Tanjung Perak Surabaya menyatakan adanya perubahan Manifes Kontainer. Dari 363 menjadi 332 kontainer Reefer berisi bawang putih.

Jumlah 332 kontainer tersebut merupakan bagian dari 667 kontainer hortikultura yang tertumpuk di terminal peti kemas Surabaya.

Sebanyak 29 kontainer sudah dikeluarkan setelah dokumennya dinyatakan sudah lengkap pada 18 Maret 2013 silam. Dan pada sebanyak 41 kontainer bawang yang sudah melengkapi surat pengurusan pengeluaran barang (SPPB) dan dokumen yang disyaratkan mulai dikeluarkan setelahnya.

Saat ini, tercatat masih ada kurang lebih 200 kontainer yang belum melengkapi dokumen.

Sebelumnya, Komisi IV DPR RI yang mengunjungi TPS meminta isi kontainer yang belum dilengkapi dokumen tersebut untuk dimusnahkan karena selain tanpa dokumen, barang tersebut masuk kategori Ilegal. (Ika/era)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Menteri Pertanian dan Perdagangan Bantah Dugaan Permainan Kartel"