Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Mensos: Tahun 2018 Penerima PKH di Jatim Bertambah

13 Sep 2017 // 18:08 // DAERAH, HEADLINE, PERISTIWA

pakde mensos

SURABAYA (suarakawan.com) – Penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Jawa Timur pada 2018 akan bertambah 560 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM), sebagai bagian adanya tambahan secara nasional dari 6 juta KPM menjadi 10 juta KPM.

“Secara nasional PKH akan memasuki era baru dengan ditambahnya KPM dari 6 juta menjadi 10 juta KPM, atau ada kenaikan 4 juta KPM. Dan untuk Jatim ada tambahan sekitar 52 persen atau kira-kira kenaikannya 560 ribu di tahun depan,” kata Mensos RI, Khofifah Indra Parawansa saat Rapat Koordinasi (Rakor) penanggulangan kemiskinan Rich Palace jalan HR Muhamad Surabaya pada Rabu, (13/9).

Menurutnya, dengan adanya tambahan dibutuhkan kesiapan semua pihak, tidak hanya jajaran Ditjen Linjamsos, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Dinas Sosial Provinsi/ Kabupaten/Kota, namun juga  kesiapan pendamping dan operator juga sangat penting.

“Oleh karena itu, hari ini kami melakukan bimbingan pemantapan bagi pendamping PKH, karena mereka mulai hari ini sudah harus siap, sebab perluasan PKH siap cair pada Februari 2018,” ucapnya.

Khofifah juga, menyebutkan pendamping PKH adalah pendamping yang khusus mendampingi  penerima PKH. Mereka bertugas menyiapkan family development yakni member dedikasi penerima bantuan. Seperti halnya mendampingi ibu hamil untuk periksakan diri 3-4 kali selama kehamilan. Bagi masyarakat memiliki bayi balita harus dipastikan sudah diberikan imunisasi lengkap, dan bagi yang memiliki anak SD,SMP dan SMA harus dipastikan anak penerima bantuan tidak membolos tidak lebih 15 persen.

“Tugas pendamping PKH mengkroscek setiap bulan. Dimana tiap harinya bekerja selama delapan jam,” ujar mantan cagub Jatim ini. (aca/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini