Menolak Diajak ML Karena Berpuasa, Istri Dihajar

korban berjilbab tengah lapor ke petugas

SURABAYA (suarakawan.com) – Kejadian naas ini adalah peristiwa yang patut menjadi pelajaran bagi setiap orang tua yang anaknya menikah pada usia dini.

Kisah ini dialami oleh Fitri Rahmawati (18) warga Pondok Benowo Indah EG 10 dianiaya oleh Suaminya bernama  Bayu Amarta (19) warga Pondok Benowo Indah EG 10.

Akibatnya dia mengalami luka di bibir dan luka sulutan rokok dipipi kanan. Karena tidak tahan dengan perlakuan suaminya tersebut korban melaporkan ke Polsek Pakal.

Menurut Fitri Rahmawati (18) korban, mengatakan tindakan kekerasan suaminya ini sejak bulan Februari sejak menikah dan sejak itulah dia setiap hari makan bogem mentah sang suami.

“Saya tadi siang dihajar didalam kamar, tetapi saya memberanikan diri keluar dari kamar dan lari ke kantor Polisi,” kata Fitri di ruang penyidik Reskrim Polsek Pakal.

Informasinya, puncak kekerasan suaminya tersebut pada Rabu siang (03/08) sekitar pukul satu karena sang suami tersinggung perkataan korban yang menanyakan anak yang dikandung oleh mantan pacar sang suami. Selain itu suami korban mencari kesalahan korban yang menolak pergi beli Handphone dan korban menolak ajakan suaminya berhubungan suami istri pada siang hari karena korban berpuasa.

“Saya bilang mas, saya puasa saya gak bisa melakukan begini,” terang dia.

Diketahui, suaminya  Bayu Amarta (19) dikenal sebagai jagoan kampung di daerah Pondok Benowo Indah, tidak ada satu wargapun yang berani sama pelaku.(Jto/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Menolak Diajak ML Karena Berpuasa, Istri Dihajar"