Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Menguak Keseharian Siti Aisyah, WNI Terduga Pembunuh Kim Jong-Nam

17 Feb 2017 // 16:28 // HEADLINE, INTERNASIONAL, PERISTIWA

images

JAKARTA (suarakawan.com) – Sosok Siti Aisyah tengah ramai menjadi perbincangan. Tak hanya di tanah air, Siti Aisyah juga ramai menjadi perbincangan dan pemberitaan di mancanegara.

Warga negara Indonesia itu ditangkap Kepolisian Diraja Malaysia karena diduga menjadi salah satu pelaku pembunuhan terhadap Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Perempuan berusia 25 tahun itu diduga menjadi agen rahasia Korea Utara untuk membunuh Jong-nam di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA).

Siti Aisyah diketahui pernah tinggal di Jalan Angke Indah, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat tahun 2009 silam.

Aisyah sempat bekerja sebagai pegawai konveksi, sebelum akhirnya menikah dengan anak majikannya yang bernama Gunawan atau Gunawan.

Ketua RT 05 RW 03, bekas tempat Aisyah tinggal, Rahmat Yusri (48), menceritakan Aisyah mulai tinggal di wilayahnya di rumah nomor 16 sejak 2007. Saat datang ke wilayahnya, Aisyah masih gadis dan bekerja di konveksi Lian Kiong sampai akhirnya menikah dengan Gunawan di tahun 2008.

Menurutnya, Aisyah dan Gunawan pergi ke Malaysia karena penghasilan konveksinya kurang. Di Malaysia, kata dia, Aisyah bekerja sebagai TKW pada 2010.

Namun pernikahannya Aisyah dengan Gunawan harus berakhir di sidang cerai pada 2012. Dalam surat cerai yang ditunjukkan Rahmat Yusri, alasan perceraian dikarenakan tidak ada lagi keharmonisan dan kecocokan antara Aisyah dan Gunawan.

Lebih lanjut Rahmat menceritakan, Aisyah dan keluarga cenderung tertutup. Mereka hanya keluar rumah untuk belanja. Orangtua Aisyah pernah berkunjung untuk menengok sang cucu.

“Orang tuanya Aisya pernah ke sini nengok cucu,” katanya saat diwawancarai wartawan, Jumat (17/2).

Kini, rumah yang dulu pernah ditempati Aisyah dan digunakan sebagai konveksi telah dijual sekitar 4 tahun lalu ke notaris.

“Jual ke notaris saya enggak tahu. Tahu-tahu sudah ada yang ngontrak saja,” ungkapnya.

Dia mengatakan, Gunawan kini tinggal di Dumai, Riau, dan sudah memiliki istri lagi. “Ajun di Dumai, Riau. Nikahnya lagi tahun kapan enggak tahu,” paparnya.

Sementara itu, Ida Anisa Fitri (25), bekas tetangga Aisyah di Gang Kacang, RT 05 RW 03, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, mengaku kaget atas tuduhan yang dilakukan Aisyah terhadap Kim Jong-nam.

“Enggak nyangka saja kaget pas dengar, namanya orang kampung,” katanya saat diwawancarai.

Nia (35), bekas tetangga Aisyah lainnya, mengatakan, saat masih di tinggal di Gang Kacang, Aisyah jarang bergaul. Hal ini berbeda dengan Gunawan yang cukup ramah dengan tetangga meskipun jarang berinteraksi.

“Sombong gitu (Aisyah). Kalau suaminya baik,” paparnya.

Menurutnya, Aisyah dalam kesehariannya berpenampilan biasa saja. Aisyah ke Malaysia dengan Gunawan pada 2008, dan bercerai di tahun 2012.(mer/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda






  • Terkini