Mengenaskan, Karyawan Kontrak di Depok Terima THR Rp 8 Ribu

THR

DEPOK (suarakawan.com) – Ratusan karyawan kontrak di perusahaan yang berlokasi di Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Depok, Jawa Barat, mengeluh karena mendapat Tunjangan Hari Raya (THR) tak sesuai masa kerja mereka. Selama bertahun-tahun mengabdi, mereka hanya menerima gaji ke-13 mulai Rp 8 ribu hingga Rp 1 juta.

Seperti yang dialami karyawan berinisial S. Kekecewaan tergambar dalam wajahnya. Karyawan yang sudah 10 tahun bekerja di perusahaan tersebut mendapatkan THR Rp 100 ribu.

“Saya kecewa. Saya tidak mengerti bagaimana hitungannya (THR),” kata S ketika ditemui di perusahaan tersebut.

S menyebutkan, sekitar 200 karyawan bernasib serupa. Bahkan ada yang lebih parah. “Setahu saya ada yang mendapatkan Rp 8 ribu, Rp 17 ribu. Pokoknya paling tinggi Rp 1 juta,” ucap dia.

“Sekarang THR dihitung berdasarkan kontrak baru. Kontrak setiap enam bulan sekali. Misalnya kontrak habis Mei, THR dihitung sejak itu (Mei), bukan lamanya mengabdi. Kasihan ada yang dapat Rp 8 ribu. Saya sendiri dapat Rp 1 juta,” ucap dia.

Sistem pemberian THR semacam itu baru berlaku tahun ini. Sebab, kata dia, perusahaan yang bergerak di bidang garmen tersebut beralasan sedang kesulitan finansial. Sistem ini hanya menimpa karyawan kontrak.

“Tahun kemarin karyawan kontrak yang bekerja di atas dua tahun, THR-nya full satu bulan gaji. Gaji saya per bulannya Rp 3,2 juta. Ya dapatnya segitu. Tapi karyawan tetap enggak masalah (THR-nya),” ujar dia. (lp6/rur)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Mengenaskan, Karyawan Kontrak di Depok Terima THR Rp 8 Ribu"