Mengenang Kepopuleran Cerita Silat Kho Ping Hoo di era 60an

komik silat cina kho ping hooSURABAYA (suarakawan.com) – Genarasi tahun 1960 hingga 1990-an pasti ingat dengan karya Kho Ping Hoo (1926-1994) berupa cerita silat berlatar belakang Cina maupun novel sejarah berlatar belakang Indonesia yang mendominasi dijaman itu.

House of Sampoerna (HoS) bersama Balai Soedjatmoko – Bentara Budaya Solo (BBS) menggelar pameran ilustrasi bertajuk “Ilustrasi Cerita Silat Kho Ping Hoo” mulai tanggal 17 Januari hingga 9 Februari 2014 di Galeri Seni HoS.

Sepanjang karir sebagai pengarang cerita silat yang bernama lengkap Asmaraman Sukowati Kho Ping Hoo telah menghasilkan 200 judul cerita dengan masing masing terdiri dari kurang lebih 35 jilid.

Beberapa karyanya yang terkenal antara lain Suling Emas, Istana Pulau Es, Pendekar Bongkok, dan Kisah Sepasang Rajawali juga serial Bu kek Sian-su. Bukan hanya kalangan etnis Tioang Hoa saja yang menggemari karya karyanya, namun dari segala lapisan masyarakat yang lain juga menyukainya.

Beberapa tokoh penting di Indonesia juga menggemari karya karya Kho Ping Hoo ini antara lain Walikota Surabaya Tri Rismaharini, B.J. Habibie, Sri Sultan Hamengkubuwono IX, sastrawan Ashadi Siregar, bahkan budayawan MH Ainun Najib.

Dalam acara pembukaan Kamis (16/01) “Ilustrasi Cerita Silat Kho Ping Hoo” dihadirkan dua ilustrator buku Kho Ping Hoo yaitu Yanes dan Win Dwi Laksono yang sudah menghasilkan 40 karya ilustrasi.

Yanes melukis ulang beberapa ilustrasi dari buku berjudul Suling Naga, dan Pedang Kayu Harum. Sedangkan Win Dwi Laksono menampilkan ilustrasi-ilustrasi dari buku Bagus Sajiwo, Kemelut Blambangan, Kidung Senja di Mataram. (Han)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Mengenang Kepopuleran Cerita Silat Kho Ping Hoo di era 60an"