Mendeteksi Penyakit Melalui Kuku Jari

dr. Ellen Sidowati, Sp.KK,

dr. Ellen Sidowati, Sp.KK, saat memeriksa kuku jari pasien

SURABAYA (suarakawan.com) – Penampilan kuku dapat memberikan segudang informasi mengenai kesehatan tubuh kita. Tak jarang sejumlah perubahan penampilan kuku menandakan adanya infeksi bakteri atau cedera, bahkan sejumlah tanda lainnya bisa merujuk kepada penyakit tertentu yang lebih serius. Hal ini seperti disampaikan dr. Ellen Sidowati, Sp.KK, dari Skin A Dermatology & Aesthetic Clinic.

“Kita bisa mendeteksi kesehatan tubuh lewat kuku jemari. Kuku yang sehat tumbuh kira-kira 3,5 mm per bulannya. Laju pertumbuhan kuku ini juga bisa memberikan petunjuk tentang kondisi kesehatan kita yang mungkin tidak diketahui sebelumnya,” jelasnya belum lama ini.

Lebih lanjut dr. Ellen mengungkapkan, jika terjadi perbedaan yang berarti pada kuku, termasuk pembengkakan, perubahan warna, atau perubahan bentuk dan ketebalan kuku, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sesegera mungkin.

“Gejala tersebut mungkin tidak berbahaya dan bisa hilang dengan sendirinya, tapi mungkin juga menunjukkan suatu kondisi kesehatan tertentu,” imbuhnya.

Berikut 12 penampilan kuku jari dan hubungannya dengan kesehatan:

1. Kuku kuning
Kuku kuning umum disebabkan oleh faktor penuaan dan penggunaan kuteks yang rutin. Merokok juga meninggalkan noda kekuningan pada permukaan kuku jari.

Jika kuku jari tebal, rapuh, dan berwarna kekuningan, penyebab utamanya adalah infeksi jamur.

Sangat jarang, kuku kuning merupakan indikasi dari penyakit tiroid, diabetes, psoriasis, atau masalah pernapasan (bronkitis kronis atau sinusitis).

2. Kuku kering, pecah-pecah, atau rapuh
Kuku lembek dan rapuh adalah efek penggunaan aseton yang rutin, atau berada di lingkungan rumah yang kering. Kuku rapuh juga mungkin diakibatkan oleh kekurangan asupan vitamin A, B, dan C.

Penyebab lainnya adalah paparan terhadap zat-zat kimia dalam produk pembersih (cuci baju atau cuci piring tanpa sarung tangan) atau penuaan.

“Untuk mengatasinya, aplikasikan krim pelembap tangan. Walaupun teksturnya keras, kuku adalah organ tubuh yang mudah menyerap cairan, layaknya kulit. Gunakan produk pelembap tangan atau sarung tangan saat cuci piring,” tukas dr. Ellen.

Namun, jika masalah ini tidak kunjung hilang, konsultasikan dengan dokter Anda. Terkadang, kuku kering dan mudah rapuh adalah salah satu efek samping dari hipotiroidisme.

3. Clubbing
Kuku clubbing adalah kondisi di mana jaringan di bawah kuku menebal dan ujung jari membulat dan membengkak. Ujung kuku bertumbuh ke arah dalam mengikuti bentuk ujung jari.

Clubbing diduga sebagai hasil dari peningkatan aliran darah ke ujung jari, merupakan kondisi turunan dan tidak berbahaya. Namun clubbing bisa jadi tanda kurangnya kadar oksigen dalam darah dan berhubungan dengan penyakit paru-paru, sirosis, atau kanker.

Clubbing juga bisa menunjukkan tanda dan gejala dari penyakit hati, jantung, ginjal, atau AIDS. Jika menyadari kondisi ini pada kuku, segera konsultasikan dengan dokter.

4. Bercak putih
Bercak atau noda putih yang timbul di permukaan kuku umumnya merupakan reaksi trauma ringan. Ini bukan pula kondisi medis yang mengkhawatirkan dan akan hilang dengan sendirinya. Namun jika bercak putih tidak kunjung hilang, mungkin infeksi jamur penyebabnya.

5. Garis putih horizontal
Garis-garis horizontal di permukaan kuku bisa jadi diakibatkan oleh trauma atau penyakit yang diikuti oleh demam tinggi, misalnya scarlet fever atau pneumonia.

Kondisi ini terjadi akibat sistem respon yang menunda pertumbuhan kuku karena tubuh lebih memprioritaskan proses pemulihan terhadap masalah lain yang mungkin diidap oleh tubuh.

“Garis-garis putih horizontal ini juga bisa disebabkan oleh psoriaris, diabetes yang tidak dikontrol, masalah sirkulasi darah, defisiensi zat besi parah, atau reaksi terhadap obat-obatan tertentu,” imbuhnya.

6. Garis vertikal
Garis-garis vertikal adalah tanda alami dari penuaan. Garis-garis ini akan semakin jelas terlihat seiring bertambahnya usia dan bukan termasuk kondisi medis yang perlu dikhawatirkan.

Pada kasus tertentu, garis vertikal di kuku mungkin diakibatkan oleh defisiensi B12 dan magnesium.

7. Kuku sendok
Jika kuku hari terlihat seperti sendok, lempeng permukaan kuku menjorok ke dalam dan ujung-ujungnya bertumbuh ke arah luar, mungkin Anda memiliki anemia tipe defisiensi zat besi, hemokromatosis (penyerapan zat besi berlebih), penyakit jantung, lupus, penyakit Raynaud, atau hipotiroidisme.

8. Kuku berlubang atau berlekuk
Lubang-lubang kecil atau lekukan tidak rata di permukaan kuku bisa menjadi tanda dari psoriasis, eksim, sindrom Reiter, alopecia areata, atau artritis reaktif.

9. Kuku jempol kaki tebal dan bertumbuh seperti cakar
Terkadang, kuku jempol kaki bisa bertumbuh dengan sangat cepat hingga menebal di ujungnya, dan terlihat seperti cakar. Kuku seperti ini sulit untuk dipotong dengan gunting kuku biasa.

Kondisi ini disebut onychogryphosis, umum dijumpai pada kaum lansia atau sebagai reaksi dari tekanan jangka panjang pada kuku kaki.

10. Kuku menghitam
Kuku yang terlihat menghitam karena ada darah di kulit di bawahnya, memang biasanya merupakan luka alias trauma yang diakibatkan cedera.

“Namun jika warna hitam tersebut bukan berasal dari kulit di bawah kuku, melainkan langsung di permukaan kuku itu sendiri, dan diikuti oleh pertumbuhan kuku yang menyakitkan, ini bisa jadi merupakan tanda dari melanoma, kanker kulit yang paling mematikan. Segera konsultasikan dengan dokter jika menemui masalah ini,” jelasnya.

Umumnya, melanoma subungual hanya mempengaruhi satu kuku. Selain itu, melanoma juga menyebabkan garis-garis hitam tersebut berubah (misalnya, menghitam atau semakin lebar) dan pigmentasi ini juga bisa memengaruhi kulit jari di sekitar kuku tersebut.

11. Kuku putih dan kecokelatan
Kuku yang setengah putih dan setengah cokelat (cokelat di ujung-ujung jari) bisa menjadi tanda dari gagal ginjal. Dokter belum bisa mengetahui pasti hubungan antar keduanya, namun salah satu teorinya, gagal ginjal menyebabkan perubahan kimiawi dalam darah yang mendorong melanin dilepaskan ke dasar kuku. Ada juga kemungkinan lain bahwa gagal ginjal menyebabkan peningkatan jumlah pembuluh darah kecil di kuku.

Diperkirakan hingga 40% dari penderita ginjal memiliki kondisi kuku “setengah-setengah” ini. Kondisi kuku yang sama juga ditunjukkan oleh penderita AIDS dan penderita kanker yang menjalankan kemoterapi.

12. Kuku putih
Jika permukaan kuku jari berwarna putih dan bukan diakibatkan oleh kuku yang terlepas dari alasnya, kemungkinan kondisi ini disebabkan oleh infeksi jamur atau tanda dari kurangnya asupan darah ke ujung-ujung jari.

Dalam kesempatan tersebut dr. Ellen juga memberikan tips untuk menjaga kesehatan kuku jari, salah satunya dengan tidak terlalu sering memakai cat kuku karena tidak memberikan kesempatan kuku untuk bernafas.

“Kalau ingin pakai cat kuku boleh saja asal intensitasnya tidak terlalu sering, beri jeda kalau ingin pakai cat kuku,” tegasnya.(ris/rur)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *