Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Menang Pilpres, Emmanuel Macron Jadi Presiden Termuda Prancis

08 May 2017 // 12:43 // HEADLINE, INTERNASIONAL, PERISTIWA

emmanuel-macron

PARIS (suarakawan.com) – Emmanuel Macron memenangkan pemilihan presiden Prancis. Dia mengungguli saingannya, Marine Le Pen dengan perolehan suara cukup jauh. 65,5 persen berbanding 34,5 persen.

Macron, mantan menteri perekonomian berusia 39 tahun ini menjadi presiden Prancis termuda dalam sejarah.

Kemenangan Macron menunjukan rakyat Prancis ternyata masih mau tetap berada dalam Uni Eropa dan menolak nasionalis ekstrim seperti yang diusung Le Pen. Selama kampanye Le Pen juga keras menolak imigran. Banyak pihak menjuluki wanita ini sebagai ‘Donald Trump dari Prancis’.

Di tengah kemenangan Donald Trump dan Brexit, Macron diharapkan dari angin segar bagi masa depan Eropa.

Macron sebelumnya tak diunggulkan. Walau bukan orang baru, bisa dibilang dia bukan siapa-siapa dalam peta politik Prancis. Macron mengandalkan gerakan En Marche, yang berbasis relawan daripada dukungan Partai Sosialis yang popularitasnya menurun.

Namun dia jadi kuda hitam dalam Pilpres Prancis. Tanda-tanda kemenangan Macron sudah terlihat sejak jajak pendapat putaran kedua dengan jauh meninggalkan Le Pen.

Sejumlah pengamat politik menilai kemenangan Macron juga disebabkan rakyat Prancis mulai bosan dengan para politikus tua. Mereka berharap Macron yang muda dapat membawa energi dan terobosan.

“Semua orang mengatakan mustahil. Tapi mereka tak tahu apa itu Prancis,” kata Macron menyambut kemenangannya, Minggu (8/5). Demikian dikutip dari The Guardian.

Dia berjanji untuk kembali menyatukan rakyat Prancis dan membawa semangat persatuan di Eropa.

Juru bicara kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan bahwa kemenangan Macron adalah juga kemenangan bagi Uni Eropa yang kuat dan bersatu. Kepala Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker, menyampaikan pernyataan senada.

Selain politik, pasangan Emmanuel Macron, Brigitte Trogneux juga banyak mendapat perhatian. Wanita yang pernah jadi guru sastra Macron ini berusia 24 tahun lebih tua darinya. Kini usia Brigitte 63 tahun. (mer/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini