Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Menag: Khatib Shalat Ied Sampaikan Hakikat Idul Fitri

24 Jun 2017 // 09:17 // HEADLINE, RELIGI ISLAMI

menag

JAKARTA (suarakawan.com) – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengharapkan para khatib di seluruh masjid Indonesia dapat menyampaikan hakikat Idul Fitri dalam pesan khutbahnya.

“Semoga para khatib Shalat Ied menyampaikan hakikat Idul Fitri, mengajak kita semua kembali ke jati diri kemanusiaannya dan mampu menahan diri dari keinginan melakukan hal-hal tercela,” ujar Lukman di Jakarta, Jumat (23/6).

“Pesan penting lainnya adalah mendorong umat Islam untuk selalu menebarkan kemaslahatan bagi sesama dalam merawat alam semesta,” kata Lukman.

Pada Sabtu, Kementerian Agama bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Ormas Islam akan menggelar sidang isbat untuk menentukan awal Syawal 1438 Hiriyah. Lukman berharap tidak ada perbedaan dalam perayaan Hari Raya Idul Fitri sehingga umat Islam Indonesia bisa merayakan lebaran bersama-sama.

“Untuk takbiran dalam rangka menyemarakkan malam lebaran, umat hendaknya melakukannya di masjid, mushalla, lapangan, dan tempat-tempat lain yang tidak mengganggu ketertiban umum dan kelancaran lalu lintas di jalan raya,” ucapnya.

Lukman meyakini takbiran adalah tradisi baik yang patut dipelihara. Ia pun mengajak umat Islam untuk tidak merayakan takbiran dengan menyalakan petasan atau hal-hal yang berpotensi menimbulkan bahaya dan kerawanan sosial.

“Takbiran harus tetap terjaga kekhidmatannya. Merayakan malam lebaran juga jangan sampai dengan cara hura-hura yang berlebihan dan kelewat batas,” katanya.

Lukman menilai, Idul Fitri tahun ini menjadi momen yang tepat bagi warga bangsa untuk memperkuat silaturrahim dan merajut ukhuwah dalam rangka meneguhkan persatuan dan kesatuan Indonesia. (rol/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini