Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Menag Jamin Persoalan Visa Calon Haji Beres

25 Aug 2015 // 16:30 // Berita & Suara Haji, HAJI, HEADLINE, RELIGI ISLAMI

menag

SURABAYA (suarakawan.com) – Persoalan visa calon haji asal Indonesia dipastikan tuntas seluruhnya pada Rabu (25/8). Terhitung mulai hari ini, Pemerintah telah menangani persoalan visa yang membuat calon haji gagal berangkat ke Tanah Suci Mekah.

“Mulai hari ini, persoalan visa sudah dituntaskan seluruhnya. Insya Allah besok (Rabu) tidak ada lagi masalah visa,” kata Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin ketika ditemui di sela pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) IX Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Selasa (25/8).

Permasalahan visa ini, menurutnya, disebabkan karena ada perubahan yang terjadi pada musim haji tahun ini. Terutama terkait pengurusan visa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Saat ini, lanjutnya, perlu waktu lebih panjang karena data setiap calon haji dari seluruh dunia harus terdata dan terintegrasi ke sebuah sistem yang disebut “e-Hajj”. Yakni, sistem yang diterapkan oleh Pemerintah Arab Saudi terkait pendataan haji secara elektronik.

“Sehingga, entry dan input data yang banyak terkait setiap calon haji harus dilakukan, seperti nama, nomor paspor, maskapai penerbangan, hotel di Mekkah dan Madinah, transportasi darat, di Arafah berada di maktab berapa, begitu juga di Mina, dan sebagainya, harus terintegrasi dan perlu waktu panjang,” paparnya.

Hal ini kemudian berakibat pada perlunya waktu lebih panjang dalam proses visa dan berimbas sebagian calon haji di kloter tertentu terpaksa tertunda keberangaktannya. “Tapi, tertundanya keberangkatan calon haji hanya 1-2 hari, kemudian mereka berangkat ke Tanah Suci,” cetusnya.

Lamanya waktu pengurusan visa, tambah mantan politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini. juga terjadi karena Indonesia merupakan negara terbanyak yang berangkat haji, yakni sebanyak 155.200 orang.

Tidak itu saja, perubahan sistem ini baru diberlakukan di tengah-tengah menjelang proses keberangkatan. Bukan dari awal pengurusan pemberangkatan haji.

Hal itu terjadi bukan berarti pemerintah tak mengantisipasi. Justru sebaliknya, kami sudah antisipasi tapi karena perubahannya terjadi saat menjelang keberangkatan sehingga kurang mencukupi waktunya.

“Saya mewakili pemerintah meminta maaf kepada calon haji dan keluarganya yang tertunda keberangkatannya ke Tanah Suci karena persoalan surat izin masuk negara tersebut,” ucapnya lirih. (Bng/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini