Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Memperkuat Ukhuwah Islamiyah Lewat Halalbihalal

15 Jul 2017 // 16:12 // CAHAYA RAMADHAN, HEADLINE

gus ipul NU

GRESIK (suarakawan.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf meminta masyarakat Indonesia, khususnya umat muslim, selalu menjaga tradisi halalbihalal, terutama di lingkungannya masing-masing.

“Apalagi halalbihalal adalah silaturahim yang mampu menjaga ikatan persaudaraan dan memperkuat Ukhuwah Islamiyah,” ujarnya saat menghadiri Halalbihalal Remaja Masjid Al-Mubarok Baron Dukun, Kabupaten Gresik, Jumat malam.

Menurut dia, halalbihalal merupakan tradisi khas Indonesia yang diciptakan ulama dan kiai sehingga perlu dipertahankan sebagai wadah umat bersilaturahim dalam suasana Hari Raya Idul Fitri.

Gus Ipul, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa halalbihalal adalah peninggalan para kiai yang terdengar seperti Bahasa Arab, tetapi sebenarnyaBahasa Indonesia yang diterjemahkan ke Bahasa Arab.

“Halalbihalal memang Bahasa Indonesia, sebagai sarana bertemunya umat bersilaturahim, saling bersalaman dan bermaaf-maafan. Juga mendengarkan tausiyah,” ucapnya.

Selain halalbihalal, kata dia, tradisi yang juga khas Indonesia dilakukan setiap Lebaran adalah mudik atau pulang kampung sebagai sarana bersilaturahim untuk latihan kembali ke tempat asalnya setiap tahun.

“Pada dasarnya, orang mudik itu hatinya senang karena bertemu dengan orang tua, keluarga, kerabat maupun tetangga,” kata mantan Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal tersebut. (ant/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini