Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Membeli Emas Batangan Bakal Dikenai Pajak

05 Oct 2017 // 06:21 // EKONOMI, HEADLINE

emas antam

JAKARTA (suarakawan.com) – Di tengah tren penurunan harga emas global karena penguatan dollar AS, investasi emas batangan masih dinilai sebagai investasi yang menjanjikan untuk masa depan.

Bahkan ada yang menilai penurunan harga logam mulia itu justru momentum yang baik membeli emas batangan untuk keperluan investasi sembari menunggu harganya naik.

Namun, sebelum mencoba berinvestasi emas batangan, ada baiknya mempelajari aturan pajak.

Ya, sebab saat ini, setiap pembeli emas batangan di PT Aneka Tambang Tbk (Antam) akan dikenai pajak penghasilan (PPh) sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 32/0.10/1017. Ketentuan ini berlakumulai 2 Oktober 2017.

Aturan tersebut mengatur bahwa setiap pembelian emas batangan akan dipungut PPh Pasal 22 oleh badan usaha penjualnya.

Direktur Pelayanan dan Penyuluhan (P2) Humas Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama menuturkan, ada dua tarif PPh 22 bagi pembeli emas batangan.

“Tarifnya sebesar 0,45 persen untuk pembeli yang punya NPWP (nomor pokok wajib pajak), dan 0,9 persen untuk pembeli yang tidak punya NPWP,” ujarnya.

Melalui aturan pajak ini, harga emas dipastikan akan menjadi lebih mahal sebab PPh 22 dikenakan kepada harga jual dan harus dibayarkan oleh pembeli.

Ketentuan pajak untuk emas batangan bukanlah ketentuan baru. Pada 2015, Menteri Keuangan juga sudah mengeluarkan aturan serupa. Namun, hal ini kadang luput dari perhatian para pembeli emas batangan.(kc/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini