Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Melongok Kondisi Ahok di Balik Jeruji Besi

11 May 2017 // 17:23 // HEADLINE, HUKUM, HUKUM & KRIMINALITAS

penjara

JAKARTA (suarakawan.com) – Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama dijatuhkan vonis dua tahun penjara atas kasus penodaan agama. Majelis hakim memutuskan Basuki atau akrab disapa Ahok secara sah dan meyakinkan terbukti melanggar Pasal 156a KUHAP. Hakim memerintahkan Ahok langsung ditahan.

Dengan mobil polisi, Ahok dibawa menuju Rutan Cipinang. Massa pendukungnya menyertai keberangkatan Ahok ke penjara. Hanya dalam hitungan jam, Rutan Cipinang dikepung massa berbaju kotak-kotak dengan spanduk dan poster bernada dukungan untuk membebaskan Ahok.

Tak berselang lama, istri Ahok, Veronica Tan dan putranya Nicholas Purnama mendatangi Rutan Cipinang. Keduanya datang untuk mengantar dan melihat langsung kondisi orang tercintanya. Veronica dan Nicholas tiba di Rutan Cipinang sekitar pukul 13.25 wib. Tak ada satu patah kata pun keluar dari keduanya.

Mereka hanya melempar senyum kepada awak media yang menanti kedatangannya. Veronica datang mengenakan kemeja putih, sementara Nicholas mengenakan kemeja abu-abu. Melihat kedatangan keduanya, massa pendukung Ahok berteriak memberi semangat.

“Semangat ibu semangat adik,” kata massa pendukung Ahok di Rutan Cipinang, Jakarta, Selasa (9/5).

Saat Vero dan Nocholas tiba, di dalam Rutan Cipinang sudah ada beberapa tokoh yang datang menjenguk Ahok. Yaitu Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat dan tim pengacara Ahok.

Di dalam rutan, Ahok dan keluarga menggelar ibadah bersama pendeta. Hal itu diutarakan Kapolres Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo. Dia menceritakan kondisi Ahok kepada massa pendukung yang semakin malam bertambah banyak di depan Rutan Cipinang. “Beliau sedang beribadah dengan keluarga dan pendeta,” kata Andry.

Selama di Rutan Cipinang, Ahok berada di ruang konsultasi dan belum ditempatkan dalam sel. Dalam pertemuan di dalam ruang konsultasi di Rutan Cipinang, Veronica berkali-kali berusaha menguatkan perasaan Ahok. Tidak banyak perkataan yang keluar dari mulut Vero.

“Beliau tidak ada banyak pembicaraan, hanya menguatkan saja. Bu Vero menguatkan,” kata Kepala Lapas Cipinang Asep Sutandar, Rabu (10/5).

Kondisi mantan Bupati Belitung Timur itu sehat. Tekanan darah Ahok sesungguhnya dalam kondisi normal. Hanya saja dia sedikit syok saat berbincang dengan putra bungsunya Daud Albeenner Purnama. Penyebabnya, Ahok mendapat kabar bahwa putranya itu sedang sakit.

“Bukan, bukan naik (darahnya) tapi waktu itu bukan tensi darah, tensi darah normal tapi sedikit syok saat tahu putranya sakit,” kata Plt Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat ditemui di Balai Kota.

Ahok tetap berkomunikasi dengan keluarga, termasuk putranya, melalui sambungan telepon. Ada hal yang membuat Ahok sedih. Daud sempat menanyakan kepulangan Ahok. Pertanyaan itu otomatis membuat Ahok syok. “Apakah Papa pulang atau enggak” ujar Djarot.

Djarot menegaskan kondisi Ahok baik dan masih tetap bersemangat seperti biasanya. “Normal, sangat semangat.”

Ahok hanya beberapa jam di rutan Cipinang. Lewat tengah malam, Ahok dipindahkan ke rutan mako Brimob. Alasannya, massa pendukung Ahok yang menggelar aksi simpatik mengganggu ketertiban lalu lintas. Selain jumlah massa yang banyak, aksi yang digelar sampai larut malam pun menjadi alasan polisi buru-buru memindahkan Ahok ke Mako Brimob. Aksi simpatik tersebut jelas mengganggu hak-hak pengguna lalu lintas.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto mengatakan di Mako Brimob Ahok ditempatkan di ruang tahanan. Namun, Ahok ditempatkan dipisahkan dengan narapidana lainnya.

“Iya di Rutan, sendirian,” kata Rikwanto di Komplek Mabes Polri.(mer/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini