Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Materi Jihad Masuk Kurikulum Pendidikan Nasional di Turki

01 Aug 2017 // 13:43 // HEADLINE, INTERNASIONAL, PERISTIWA

turki

ANKARA (suarakawan.com) – Salah satu anggota Komite Pendidikan Nasional dalam parlemen Turki mengatakan bahwa “tidak ada manfaatnya pengajaran matematika bagi siswa yang tidak tahu arti jihad”.

Salah satu anggota Partai Keadilan dan Pembangunan, Hakim Ahmed Hamdi Al Kamili mengapresiasi langkah pengenalan “jihad” dalam kurikulum pendidikan baru di negara itu, ia mengatakan bahwa “Jihad adalah salah satu unsur Islam terdahulu.”

Situs Hurriyet menukil perkataan Alkamili bahwa “Ketika kita melihat para Sultan Ottoman, hampir semua dari mereka tidak pergi haji karena tidak ingin absen dari jihad.”

Menteri Pendidikan Turki Ismail Yilmaz pada tanggal 18 Juli lalu mengatakan bahwa kurikulum nasional di Turki pada akhirnya memasukkan tema “jihad” ke dalam bagian dari hukum Islam dalam buku-buku pendidikan.

Dan ia mengatakan “Jihad adalah salah satu unsur dalam agama kita. Tugas dari Departemen Pendidikan untuk mengajarkan setiap konsep dengan cara yang benar. Kami juga bekerja untuk memperbaiki pandangan terhadapnya atau hal-hal yang salah dalam pengajarannya.”

“Kementerian kami telah mengambil keputusan yang sangat penting. Jika shalat adalah salah satu pilar agama, maka jihad adalah ibarat tenda. Sebuah tenda tidak akan terbangun tanpa adanya pilar-pilar. Tidak ada manfaatnya mengajarkan matematika kepada anak bila mereka tidak mengetahui makna jihad..!”
(mat/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini