Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Mata Kiri Novel Baswedan Tak Bisa Melihat

28 Aug 2017 // 17:25 // HEADLINE, HUKUM, HUKUM & KRIMINALITAS

597066a6ed33e-novel-baswedan_663_382

JAKARTA (suarakawan.com) – Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan saat ini tak bisa melihat sama sekali menggunakan mata kirinya yang terkena serangan air keras April lalu.

Novel, menurut keterangan istrinya Rina Emilda, telah menjalani operasi tahap pertama. Dalam operasi itu, dokter juga mengambil tindakan terhadap mata kirinya.

Menurut anggota tim kuasa hukum Novel, Dahnil Simanjuntak, selain tidak bisa melihat menggunakan mata kirinya penyidik KPK itu juga mengaku melihat kabut dari mata kanannya.

“Pasca-operasi ada penanaman implan di pipi sebelah kanan dan hari ini di mata sebelah kanannya ada kondisi seperti ada kabut,” kata Dahnil di kediaman Novel di Kelapa Gading, Jakarta, Senin (28/8).

“Jadi kalau Mas Novel jalan ke masjid atau aktivitas utama harus ditemani, bahkan harus mulai dipegang karena mata kanannya sudah berkabut. Istilah dia itu ‘sudah banyak kabut mas’,” tuturnya.

Novel dipastikan tidak bersandiwara atas penyakit yang dideritanya. Menurut Dahnil, tuduhan bahwa Novel mendramatisasi penyakitnya merupakan hal yang sangat jahat.

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah itu juga menjamin keberadaan Novel di rumah sakit di Singapura tidak berdasarkan kemauannya sendiri. Menurut dia, Novel Baswedan dirawat di Singapura karena menjalani rekomendasi dokter.

“Jadi kalau ada berbagai tuduhan novel bersandiwara agaknya ini keterlaluan sekali dan saat ini posisi Novel tidak seperti itu,” katanya.

Sementara itu istri Novel, Rina Emilda mengatakan, dalam operasi tahap pertama dokter sudah menghilangkan katarak, glukoma, jaringan kornea, tumpukan kalsium, serta jaringan yang mati di mata kiri penyidik KPK itu.

“Operasi mengambil jaringan gigi dan gusi kemudian ditanam di dalam pipi. Setelah dua bulan jaringan ini akan dipasang di mata kiri untuk mengganti bagian yang sudah rusak,” ujar Emilda.

Operasi pemasangan jaringan gigi dan gusi ke mata kiri Novel akan dilakukan pada Oktober 2017. Sebelum dipasangi lapisan gusi dan gigi, mata Novel Baswedan akan diberikan salep antibiotik selama dua bulan ke depan.(cnn/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini