Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Massa Tamasya Al Maidah Ancam Mosi Tak Percaya ke Presiden Jokowi, Ini Alasannya

18 Apr 2017 // 23:14 // HEADLINE, POLITIK & PEMERINTAHAN, PUSAT

jokowi-poto-istimewa-1

JAKARTA (suarakawan.com) – Panitia Tamasya Al Maidah menyatakan bakal mengajukan mosi tidak percaya kepada Presiden Joko Widodo jika pemerintah dan aparat hukum terbukti tidak netral saat hari pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta putaran kedua pada 19 April nanti.

“Jika hal demikian terjadi (pemerintah tidak netral), maka saya akan mengajak seluruh umat Islam, para ustaz, kiai, habaib, aktivis, dan semua pihak yang cinta keadilan di negeri ini untuk melakukan mosi tidak percaya kepada pemerintah saat ini,” Ketua Panitia Tamasya Al Maidah, Ansufri Sambo di Masjid Al Ittihad, Tebet, Selasa (18/4).

Mosi tidak percaya adalah prosedur yang digunakan oleh parlemen terkait dengan ketidakpercayaan mereka terhadap pemerintah yang berkuasa.

Sambo menyatakan, pihaknya selama ini menilai pemerintah telah berkali-kali melakukan pembelaan terhadap calon gubernur nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama.

Pembelaan itu khususnya dalam menyikapi status Ahok yang menjadi terdakwa kasus penistaan agama. Sebaliknya, menurut Sambo, pemerintah bersikap tidak adil kepada umat Islam.

Sambo ingin pemerintah menyudahi pembelaan tersebut. Terutama saat pemungutan suara Pilkada DKI putaran kedua, esok.

Ia meminta pemerintah lewat aparat hukumnya seperti kepolisian, Bawaslu, dan KPU menindak tegas jika ada pihak yang melakukan kecurangan dan intimidasi kepada umat Islam yang memilih.

“Jika dibiarkan saja oleh pemerintah, aparat, KPU, dan Bawaslu, maka pemerintah Pak Presiden Jokowi sudah tidak layak dipercaya lagi untuk memimpin Indonesia yang berdasarkan Pancasila ini,” katanya.

Tamasya Al Maidah adalah kelompok orang yang berencana mendatangi tempat pemungutan suara pada hari pemungutan suara esok. Orang-orang yang mengawasi TPS itu berasal dari sejumlah daerah, termasuk dari luar Jakarta.

Sambo selaku Ketua Panitia Tamasya Al Maidah memprediksi acara tersebut akan diikuti oleh 100 ribu orang. (cnn/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini