Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

MAPN Gelorakan Gerakan Peduli Pribumi Indonesia

24 May 2017 // 07:32 // DAERAH, PERISTIWA

IMG-20170522-WA0007

JAKARTA (suarakawan.com) – Sejak ditangkapnya Ki Gendeng Pamungkas oleh polisi atas tuduhan menyebar kebencian pada etnis tertentu, gerakan tingkat kesadaran pribumi Indonesia menyuarakan keadilan sosial atas pengelolaan sumber daya alam Indonesia yang dikuasai oleh pemilik modal (kapitalis) asing bermunculan.

Pada Selasa (23/5) sore kemarin Majelis Agung Pribumi Nusantara (MAPN) yang beranggotakan orang-orang dari berbagai latar belakang etnis, agama, pekerjaan, dan organisasi kemasyarakatan mendeklarasikan diri. Mereka memiIiki kepedulian tinggi terhadap nasib pribumi Indonesia, netral dan independen dalam menjalankan tugas.

Majelis ini diprakarsai oleh Dr. H. MS Ka’ban, M.Si dan Dr. M. Dahrin La Ode, M.Si dari Universitas Ibnu Khaldun Bogor, Jawa Barat, menggagas sejak 22 Februari 2017.

Majelis ini bertujuan untuk menanggapi isu kritis mengenai peran dan posisi pribumi dalam semua aspek dalam Asta Gatra Nasional yang semakin memprihatinkan.

Kondisi itu akibat dari kebijakan pemerintahan dan negara yang tidak berpihak pada rakyat Indonesia sebagaimana diamanahkan dalam UUD 1945.

Untuk itu mereka mendorong pemerintah untuk mengambil kebijakan yang Iebih mengutamakan rakyat Indonesia yaitu Pribumi Nusantara Indonesia. “Contohlah Malaysia sebagaimana dilakukan Mahathir memajukan bangsa Melayu di atas bangsa Cina yang mendiami negara Malaysia,” ujar Humas Front Pribumi Suta Widhya SH menanggapi paparan nara sumber.

Dalam rangka upaya mencapai tujuan itu Ketua Umum Geprindo Sebastian mengatakan akan menindaklanjuti dengan 3 (tiga) kegiatan yaitu Deklarasi Majelis Agung Pribumi Nusantara Indonesia; kedua, seminar nasional pra Kongres Pribumi Nusantara Indonesia untuk membahas tentang status sosial politik Pribumi Nusantara Indonesia menurut paradigma tiap-tiap aspek dalam Asta Gatra Nasional; ketiga, kegiatan Kongres Pribumi Nusantara Indonesia. (hans/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini