Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Mantan Menkes Siti Fadilah Supari Divonis 4 Tahun Penjara

17 Jun 2017 // 05:34 // HEADLINE, HUKUM, HUKUM & KRIMINALITAS

siti-fadilah-supari-ditahan-kpk-di-rutan-pondok-bambu_20161024_163448

JAKARTA (suarakawan.com) – Mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari, dijatuhi hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider dua bulan kurungan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa oleh karena itu, dengan pidana penjara selama empat tahun dan denda Rp200 juta subsider dua bulan kurungan penjara,” kata Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor, Ibnu Basuki, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (16/6) kemarin.

Siti terbukti bersalah melakukan penunjukkan langsung dalam kegiatan pengadaan alat kesehatan (alkes) guna mengantisipasi kejadian luar biasa tahun 2005, pada Pusat Penanggulangan Masalah Kesehatan (PPMK) Departemen Kesehatan.

Hakim Tipikor juga menilai Siti terbukti secara sah dan meyakinkan menerima gratifikasi sebesar Rp1,85 miliar dari PT Graha Ismaya. Uang tersebut diberikan agar Siti menyetujui revisi anggaran pengadaan Alkes I dan suplier Alkes I.

Selain hukuman pidana penjara, Siti juga diminta membayar uang pengganti sebesar Rp1,9 miliar. Lantaran telah menyerahkan uang sebesar Rp1,35 miliar, Siti masih diwajibkan membayar sisa Rp550 juta.(bs/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda






  • Terkini