Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Maju Cabup Nganjuk, Gus Makruf Tunggu Rekomendasi DPP Gerindra

25 Aug 2017 // 18:43 // PILKADA

IMG-20170825-WA0006

SURABAYA (suarakawan.com) – Anggota DPRD Jatim Imam Makruf siap maju Calon Bupati Kabupaten Nganjuk pada 2018. Namun Gus Makruf (panggilan akrab Imam Makruf) masih menunggu rekomendasi resmi dari Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto.

“Saya menunggu instruksi partai saja. Kalau memang ditugaskan saya siap,” katanya ketika dikonfirmasi di kantor DPRD Jawa Timur pada Jumat (25/8).

Diakui, sejauh ini sudah berkomunikasi dengan beberapa parpol seperti Demokrat, PPP dan PAN untuk diajak bergabung membangun koalisi. Untuk mengusung Pasangan Calon (Paslon) pada Pilkada Nganjuk dibutuhkan minimal 9 kursi di DPRD.“Sekarang Gerindra kan masih punya tujuh kursi, berarti kurang dua kursi lagi,” ujarnya.

Menurut Gus Makruf, komunikasi lintas partai itu diperlukan untuk menambah kekuatan di grass root dan memaksimalkan dukungan. “komunikasi politik lintas partai intens saya lakukan, karena saya ingin maju dalam pertarungan Pilkada Nganjuk itu bersama dengan sejumlah partai untuk menyatukan unsur abang dan ijo, yakni menyatukan nasionalis dan religius,” ungkap mantan pengurus Ansor Jatim.

Imam Makruf berjanji jika dirinya terpilih sebagai bupati Nganjuk maka yang pertama kali akan dilakukan olehnya yaitu melakukan reformasi birokrasi. ”Pangkas semua birokrasi yang menghambat pelayanan publik dan yang menimbulkan pungli. Harus ada pembenahan semuanya,” tegasnya. (aca/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini