Mahasiswa:RUU Intelejen Berarti Kembali Ke Rezim Orba

peringatan kudatuli

SURABAYA (suarakawan.com) – Mengenang peristiwa penyerangan mimbar bebas PDI pada 27 juli 1996 yang dikenal dengan peristiwa kuda tuli (kerusuhan dua puluh tujuh juli) yang mengakibatkan 5 orang tewas,  Mahasiswa Fam Unair dan gabungan Mahasiswa Se Surabaya menggelar aksi renungan malam dan teater di kampus Unair Surabaya Rabu (27/07) malam.

Ketua FAM Unair Rosdian saat ditemui disela – sela peringatan 15 tahun peristiwa Kuda Tuli di Unair Surabaya, Rabu (27/07) malam mengatakan tujuan acara ini untuk mengenang dan mengingatkan kembali perjuangan Kuda Tuli kepada mahasiswa se Surabaya.

“ Kami ingin masalah perjuangan kuda Tuli ini tidak boleh dilupakan oleh rakyat dan mahasiswa karena peristiwa ini merupakan tonggak dimulainya kebebasan berdemokrasi di Indonesia,” terangnya.

Ia menjelaskan kegiatan ini juga mengenang korban perisiwa yang terjadi 15 tahun lalu itu, adalah sebagai wujud rasa solidaritas atas perjuangan tokoh-tokoh pendahulu yang dengan gigih berjuang membela kebenaran maupun perjuangan partai.

Selain melakukan renungan malam dan teater Dalam aksinya tersebut para mahasiswa juga menolak dengan adanya RUU Intelejen karena bisa membuat kebebasan berpendapat dan berdemokrasi di Indonesia dibatasi.

“Apabila disahkan RUU Intelejen sama saja dengan mengembalikan negara Indonesia pada orde lama,” tegasnya.

Sementara itu Muhammad Zulfi Azwan mengatakan mimbar bebas di kantor PDI merupakan cikal bakal sebuah perjuangan untuk mewujudkan demokrasi di Indonesia. Tetapi di tengah perjalanannya, perjuangan itu didzolimi rezim Soeharto dengan peristiwa penyerbuan kantor PDI di Jalan Diponegoro 58 Jakarta Pusat. Promeg pula yang turut ikut meruntuhkan rezim Soeharto yang berkuasa 32 tahun.

“Kami ingin mahasiswa maupun aktivis benar harus menjadi diri bangsa yang kuat dan benar kembali membantu rakyat Indonesia yang saat ini sedang mengalami krisis kepercayaan terhadap pemerintah,” tuturnya. (aca/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Mahasiswa:RUU Intelejen Berarti Kembali Ke Rezim Orba"