Mahasiswa Unair Tuntut Batalkan Biaya SP3

Tidak ada komentar 31 views

SURABAYA – Puluhan mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya yang tergabung dalam FAM (Forum Advokasi Mahasiswa) turun ke jalan. Mereka melakukan unjuk rasa menolak kebijakan Rektorat Unair yang menaikkan biaya sumbangan pembinaan dan pengembangan pendidikan (SP3) lebih dari 30 % .

“Kami sangat menyayangkan dan menolak atas kebijakan ini,” ujar Sekretaris Jenderal FAM – UNAIR  Forum Advokasi Mahasiswa Universitas Airlangga, Albertus Beny dalam orasinya.

Menurut Beny, tingginya biaya masuk Unair baik melalui PMDK ataupun SNMPT tersebut akan memberatkan bagi mahasiswa baru. . Ia mencontohkan untuk juruan kedokteran, mahasiswa harus mengeluarkan kocek sekitar Rp.27 juta atau sekitar Rp 4,5 juta per bulan.

Merespon aksi mahasiswa tersebut, pihak rektorat mengutus Wakil Rektor II Moch. Nasih.  Moch. Nasih  mengatakan biaya SP3 khususnya di fakultas kedokteran memang relatif tinggi. Dikarenakan ada perlakuan khusus dalam pembinaan mahasiswa.

“Di FK saja, satu dosen harus menangani lima mahasiswa, jika di fakultas lain kan tidak”, jelas Moch. Nasih.

Aksi tersebut yang dimulai dari gedung B Unair dan menuju gedung A Unair, berakhir di Gedung C Rektorat Unair, di jalan Mulyosari, Surabaya, Kamis (31/3). Aksi ini sempat memacetkan lalu lintas jalan Prof. Dr. Moestopo dan Dharmawangsa Surabaya.

Unjukrasa yang dikemas dengan aksi treatikal ini seorang mahasiswa memerankan seorang Belanda yang menginjak injak kaum petani dan beberapa buruh yang anaknya menuntut ilmu di Unair.(dp/ara)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Mahasiswa Unair Tuntut Batalkan Biaya SP3"