Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Lumpuh, Julhakim Jajakan Dagangan Sambil Merangkak

16 Aug 2017 // 11:43 // HEADLINE, KAWAN KITA

5993c2f66630a-julhakim_663_382

SANGGAU (suarakawan.com) – Sambil merangkak dan mengalungkan buah di leher, Julhakim menjajakan dagangannya.

Pria kelahiran 1994 asal Dusun Padas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat ini memang merangkak berjualan. Kedua kakinya mengalami kelumpuhan sejak kecil. Karena itu, kedua telapak tangannya menjadi pengganti kaki.

“Saya tidak mau nyuri. Saya harus kerja. Apa pun saya kerjakan. Ya, salah satunya saya jualan buah jeruk dan salak,” kata Julhakim.

Sedari kecil, pemuda berkulit legam ini mengaku tak pernah mengenal siapa orang tuanya. Dia hanya dipelihara sebagai anak angkat oleh seorang pria bernama Mustafat. Namun, ayah angkatnya itu telah wafat setahun lalu.

Karena itu, guna bertahan hidup, Julhakim akhirnya berjualan. Ia pun terpaksa harus tidur di masjid setiap harinya. “Daripada ngemis, lebih baik saya jualan. Ini halal. Bukan mencuri,” ujarnya.

Julhakim mengaku, setiap hari berdagang, ia bisa mengantongi uang hingga Rp60 ribu. Itu pun harus ia tempuh belasan kilometer dengan cara merangkak. “Saya merangkak keliling pasar Sanggau, terminal, ke rumah sakit,” katanya.

Biasanya, aktivitas itu mulai dilakoninya sejak usai kumandang azan Subuh dan baru berakhir pada larut malam. “Kaki saya terkelupas pas lutut kena aspal,” tuturnya.

Karena itu, Julhakim berkeinginan membeli sebuah motor. Nantinya, motor itu yang akan digunakannya untuk berjualan keliling.

“Pengen beli motor Tossa. Untuk jualan. Uang ditabung. Ada Rp300 ribu terkumpul,” katanya. “Capek, tapi, ya mau gimana lagi. Namanya juga usaha. Saya tak mau nyusahkan orang lain.” (viv/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini