Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

LSF Siap Memberikan Film yang Terbaik Kepada Masyarakat

16 May 2017 // 19:49 // HEADLINE, SINEMA

IMG-20170516-WA0001

SURABAYA (suarakawan.com) – Lembaga Sensor Film (LSF) Jawa Timur siap memberikan yang terbaik kepada masyarakat terhadap film-film yang disuguhkan di televisi maupun layar lebar. Film Indonesia harus terlindungi dan anak bangsa jangan sampai terpengaruh hal negatif.

“Kami siap memberikan yang terbaik agar generasi muda terselamatkan dari tontonan negatif. Komitmen kami meningkatkan kesadaran sensor mandiri film-film yang disuguhkan di televisi maupun layar lebar,” kata anggota LSF Jatim Muhammad Lukman Hidayat ditemui di sela pelantikan LSF Jatim di Surabaya, Selasa (16/5).

Saat ini, menurutnya, harus dibiasakan menyensor sendiri film-film sekaligus dijadikan budaya sehingga masyarakat semakin mengerti mana tontonan yang layak dan tidak. Film tak sesuai aturan akan semakin memberikan perhatian dan proteksi akan disensor. “LSF Jatim siap untuk melakukan itu,” tegasnya.

Di tempat sama, Ketua LSF Indonesia, Ahmad Yani Basuki berpesan kepada seluruh angota LSF Jatim yang baru dilantik untuk menjadikan sensor mandiri sebagai budaya dan masyarakat mampu memilih serta memilah film.

“Selamat kepada anggota LSF Jatim yang baru dilantik dan pesan saya, jadikan sensor mandiri sebagai budaya. LSF adalah penerang dan pendorong untuk semakin berkembangnya produktivitas film nasional,” katanya.

Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Jatim, Wira Lina, mendukung adanya lembaga sensor film di Ibu Kota Provinsi sehingga tidak perlu ke Jakarta untuk proses sensor sebuah produksi film. “LSF kini sudah berada di Jatim dan diharapkan mampu melindungi masyarakat dari tayangan yang tidak sepantasnya,” tuturnya.

LSF merupakan lembaga independen di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang memiliki wewenang menyeleksi adegan-adegan di film sebelum ditayangkan ke publik agar masyarakat terlindungi serta terhindar dari pengaruh negatif.

Di Jatim, sebanyak tujuh anggota LSF dilantik untuk masa periode 2017-2021, yaitu Muhammad Roissudin, Fatur Rohman, M. Natsir, Anwar Hudijono, Lukman Hidayat, Budi Santosa dan Aditya Rizka Asha. (Bng/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini