Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Lima Bahasa Kasih untuk Tumbuh Kembang Optimal Si Kecil

17 Sep 2017 // 07:09 // FAMILY, HEADLINE
(dua dari kiri) Psikolog Elizabeth Santosa, M.Psi., Psi., ACC, dan Brand Manager Nestlé LACTOGROW Gusti Kattani Maulani (tiga dari kiri)

(dua dari kiri) Psikolog Elizabeth Santosa, M.Psi., Psi., ACC, dan Brand Manager Nestlé LACTOGROW Gusti Kattani Maulani (tiga dari kiri)

SURABAYA (suarakawan.com) – Di jaman modern seperti sekarang ini, menghabiskan waktu bersama anak terkadang menjadi hal yang sulit diwujudkan para orang tua. Padahal waktu berkualitas dalam pola pengasuhan anak telah terbukti memiliki efek signifikan terhadap perilaku sosial dan emosional serta perkembangan kognitif anak.

Dijelaskan psikolog Elizabeth Santosa, M.Psi., Psi., ACC, waktu keluarga yang berkualitas adalah waktu yang dihabiskan dengan memberikan perhatian penuh kepada buah hati tanpa gangguan. Dengan menghabiskan waktu bersama keluarga, anak dapat belajar tentang makna dan nilai keluarga dan lebih mengenal siapa dirinya.

“Waktu berkualitas tidak perlu lama. 10 atau 15 menit asalkan tanpa distraksi (gangguan) entah dari TV atau ponsel, maka interaksi anak dan orang akan lebih fokus. Orang tua juga perlu tahu Bahasa Kasih anak. Karena orang tua yang menyampaikan bahasa kasih, maka anaknya akan tumbuh dengan cinta,” ujarnya di sela konferensi pers Happy Wonderland Nestle Lactogrow, Sabtu (16/9).

Ada lima bahasa kasih yang dapat diterapkan orang tua kepada buah hatinya. Pertama, affirmasi dimana orang tua memberikan pujian tulus, kata-kata yang memotivasi anak.

Yang kedua ialah sentuhan fisik seperti pelukan, belaian dan semacamnya. Mengapresiasi dalam bentuk hadiah juga jadi salah satu bentuk bahasa kasih anak.

“Bukan berarti mengajarkan anak kita matre (matrealistis, red) namun memang kemampuan kognitif mereka belum mampu mencerna hal yang abstrak. Jadi anak hanya bisa memahami apa yang mereka lihat, salah satunya lewat hadiah,” jelasnya.

Yang keempat ialah melayani atau membantu si kecil dalam tiap kegiatannya. Dan yang terakhir adalah waktu berkualitas. “Kalau sangat sibuk sekali, 10 menit bersama anak asalkan benar-benar berkualitas, sudah cukup untuk anak merasakan ikatan dengan orang tua,” katanya.

Bahasa Kasih juga bisa diterapkan saat anak tengah berbuat yang tak semestinya. “Nah orang tua harus mampu mendefinisikan bahasa yang tepat saat anak tengah melakukan kesalahan,” ujarnya.

Sementara itu, Brand Manager Nestlé LACTOGROW Gusti Kattani Maulani mengungkapkan, sebagai wujud komitmennya untuk terus mendorong tumbuh kembang optimal anak melalui peningkatan kebahagiaan keluarga, Nestlé LACTOGROW mengajak keluarga di Surabaya untuk menikmati berbagai kegiatan edukatif dan interaktif di acara Happy Wonderland.

Diselenggarakan di Tunjungan Plaza 3 mulai 16 hingga 17 September 2017, Happy Wonderland bertujuan untuk membantu memperkuat ikatan antara orang tua dengan anak.

Surabaya merupakan kota ke-10 penyelenggaraan Happy Wonderland setelah sebelumnya digelar di Solo, Jakarta, Banjarmasin, Lampung, Pekanbaru, Bekasi, Manado, Malang dan Makassar.

“Kami memahami bagaimana kebahagiaan keluarga berperan penting dalam pembentukan karakter dan tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, Nestlé LACTOGROW ingin terus menyediakan wadah yang dapat memperkuat ikatan orang tua dengan anak, agar si Kecil dapat mencapai tumbuh kembang optimalnya,” ujarnya saat dijumpai dalam kesempatan yang sama.

“Membangun ikatan ini dapat dilakukan dengan berbagai cara sederhana yang disampaikan melalui bahasa kasih yang juga bermacam-macam. Inilah mengapa kami menyelenggarakan Happy Wonderland yang menawarkan suasana ceria penuh imajinasi untuk dinikmati seluruh keluarga,” tukasnya. (ris/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini