Lho, Salon Kok Sedia Kondom ?

pegawai salon citra yang diamankan Polda Jatim

SURABAYA (suarakawan.com)– Salon kecantikan, umumnya dikunjungi para kaum hawa. Untuk merawat tubuh agar tetap segar, di sinilah tempatnya. Tapi, bagaimana kalau salon kecantikan banyak dikunjungi kaum adam?

Bagi kaum wanita, salon adalah salah satu tempat favourite yang wajib dikunjungi tiap bulannya.Entah untuk  crembath,tonik atau sekedar memoles wajah agar tambah mulus.

Namun, khusus untuk salon Citra di kawasan Jl. Kali Kepiting No.117 B Surabaya, pengunjungnya didominasi oleh kaum pria.Padahal pelayanan yang diberikan adalah Perawatan Tradisional. Hal ini, membuat aparat kepolisian menaruh kecurigaan, apalagi Salon tersebut, cara operasionalnya samar-samar tidak tampak dari luar.

Selidik punya selidik, ternyata salon Citra yang dikelola oleh Sulistyani alias yeyen,46, bukan sekedar salon biasa, salon itu tidak melayani crembath,potong rambut atau tonik.salon tersebut justru melayani adegan ranjang alias salon plus-plus.

“Awalnya kita curiga, karena salon tersebut lebih tertutup, dan ketika masuk kedalam tidak terlihat alat-alat  salon sebagaimana mestinya, setelah kita grebek,ternyata benar, salon tersebut melakukan praktek prostitusi terselubung,” ujar Kanit Wanita-susila Direktorat Reserse Umum Polda Jatim Kompol Aziz Adriansyah, Senin (30/05).

Mantan wakapolres Blitar ini menambahkan, dari kasus ini polisi mengamankan lima orang  karyawati salon tersebut dan dua orang pengunjung. Sementara pemilik salon Citra, yaitu Yeyen di tetapkan sebagai tersangka.

“Pemilik salon kita jerat dengan pasal 296 KUHP dan atau Pasal 506 KUHP, karena mengadakan atau memudahkan perbuatan  cabul orang lain dan mengambil keuntungan dari pelacuran,” tambah Kompol Aziz  adriansyah.

Sementara itu barang bukti yang berhasil diamankan oleh polisi, diantaranya uang tunai sejumlah 203.000, buku tamu,dua buah BH, dua buah CD, sebuah sprei, sebuah kondom yang baru terpakai serta beberapa kondom yang belum terpakai.

“Modus operandi dari salon ini cukup rapi,modusnya dengan menerima pelanggan mulai pukul Delapan pagi hingga sembilan malam dengan tarif short  times  Rp.250.000- Rp.300.000, didalam salon tersedia lima wanita yang siap pakai, juga disediakan karyawan freelance yang siap datang apabila ada permintaan dari pelanggan.Tiap harinya pelanggan yang berkunjung antara 5-10 pelanggan,” tegas mantan Kanit Resmob Polda Jateng.(wis/nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *