Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Larang Sahur On The Road, Ini Alasan Djarot

27 May 2017 // 13:48 // CAHAYA RAMADHAN, HEADLINE

djarot_jakartasatuco

JAKARTA (suarakawan.com) – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI, Djarot Saiful Hidayat melarang adanya konvoi sahur on the road (SOTR) dengan menggunakan sepeda motor.

Ia mengimbau, lebih baik SOTR dilakukan dilingkungan masing-masing. Untuk menghindari konflik antar warga.

“Saya minta sahur on the road dilakukan di tempat masing-masing. Boleh di jalan tapi jangan keliling dengan menggunakan motor,” kata Djarot seusai salat tarawih pertama di Masjid Raya Hasyim Asy’ari, Daan Mogot, Jakarta Barat, Jumat (26/5).

Dikhawatirkan akan mengganggu masyarakat sekitar dan menimbulkan konflik antar warga bila SOTR dilakukan dengan konvoi motor dan turun ke jalan-jalan di Ibu Kota pada dini hari.

“Ini akan menimbulkan konflik. Karena beberapa kali saya ketemu, mereka malah saling ejek,” ujarnya.

Tidak hanya itu, kebanyakan peserta SOTR membawa cat pewarna semprot. Kemudian mencoret-coret dinding atau jalan yang mereka lalui.

“Ini kan bulan suci Ramadan. Kita kan menyucikan hati kita, kok malah Clear coret bikin kotor. Tembok enggak salah dipilox,” tuturnya.

Kalau mereka mau menyalurkan kreativitas, lanjutnya, bilang saja kepadanya. Djarot siap memberikan pekerjaan kepada mereka. Yakni mengecat tembok atau mengecat bedah rumah di Cilincing.

“Kalau mau mengecat lantai, saya kasih kerjaan. Kalau kurang kerjaan pas sahur bilang. Nanti aku kasih kerjaan. Mendingan disuruh ngecat rumah daripada corat-coret,” tegasnya.(bs/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini