Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

KUR Sulit Menyentuh Petani, Begini Strategi Bank Mandiri

25 Oct 2016 // 20:17 // PERBANKAN
Banking Head Regional VIII Surabaya, Puntuh Wijaya (paling kanan)

Banking Head Regional VIII Surabaya, Puntuh Wijaya (paling kanan)

SURABAYA (suarakawan.com) – Usaha rakyat memang sudah seharusnya didukung dan dibantu serta diberikan ruang seluas-luasnya oleh pemerintah. Salah satu upaya yang bisa dilakukan pemerintah untuk mendukung dan meningkatkan akses pada usaha rakyat adalah dengan menyediakan sumber pembiayaan yang antara lain berupa pemberian penjaminan kredit bagi Usaha Mikro Kecil, Menengah, dan Koperasi (UMKMK) melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Namun sayangnya, KUR belum sepenuhnya menyentuh semua usaha rakyat. Salah satunya usaha pertanian. Hal ini seperti diungkapkan Mikro Banking Head Regional VIII Surabaya, Puntuh Wijaya.

“Penyaluran kredit di sektor perdagangan dan jasa selama ini sangat mendominasi kredit usaha yang diberikan Bank Mandiri kepada nasabah yakni mencapai 80%. Hanya 2 persen di sektor perikanan dan pertanian. Kami belum menemukan konsep yang tepat untuk petani. Beberapa kali kami coba konsep yang berbeda dan hingga kini masih gagal,” jelasnya saat Forum Diskusi Jurnalis Ekonomi Jatim tentang Strategi Penyaluran KUR di Jatim yang Tepat Sasaran, Selasa (25/10).

Lebih lanjut Puntuh mengungkapkan, salah satu konsep yang diterapkan Bank Mandiri adalah memberikan KUR kepada petani dan pembayarannya dapat dilakukan saat masa panen tiba. Namun kenyataan di lapangan, sebulan sebelum masa panen petani justru menjual hasil pertaniannya ke tengkulak. Hal ini bahkan dilakukan jauh sebelum masa panen tiba. Alhasil, saat panen uang yang seharusnya untuk mengembalikan KUR malah habis.

“Untuk sektor pertanian seperti halnya komoditas padi dan jagung, kami sedang mencari cara kredit usaha tersebut dapat meningkat dengan mempertimbangkan manajemen risiko,” imbuhnya.

Pada 2017, kata Puntuh, Bank Mandiri bakal menggenjot 3 sektor yakni perikanan, peternakan, dan pertanian dengan menggandeng industri pengolahan ikan Kelola Mina Laut (KML), industri gula seperti PTPN X dan RNI, dan rencananya akan menggandeng Wonokoyo untuk peternakan.

Sedangkan untuk tahun ini Bank Mandiri wilayah Jawa Timur menargetkan KUR sebesar Rp1,7 triliun. Hingga bulan Oktober ini telah terealisasi Rp1,4 triliun di mana 80% merupakan sektor perdagangan, 11% jasa, sedangkan perikanan dan pertanian sekitar kurang dari 2%. (bng1/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini