Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Kucuran Dana Desa Diharapkan Bisa Cegah Urbanisasi

07 Jul 2017 // 20:57 // EKONOMI, HEADLINE

rupiah

SURABAYA (suarakawan.com) – Dengan menggunakan dana desa yang besar dari pemerintah, baik melalui APBD maupun APBN diharapkan dapat memunculkan ekonomi masyarakat desa. Sehingga arus urbanisasi dapat ditekan dan masyarakat cukup tinggal di desa tidak perlu datang ke kota lagi.

“Mereka bisa melakukan pembenahan ekonomi pada pembangunan infrastruktur. Jadi bisa memberikan lapangan kerja masyarakat desa. Tanpa harus mencari ke kota besar,” ujar Anggota komisi E DPRD Jatim, M Eksan di DPRD Jatim, Jumat (7/7).

Dikatakannya, apabila roda infrastruktur serta pembangunan ekonomi desa mulai menggeliat. Maka dengan sendirinya urbanisasi itu tercegah, tanpa melakukan apapun dan mencegahnya. Artinya bahwa terjadi ketimpangan pembangunan antara desa dan kota, bisa diminimalisir terutama pada pembangunan yang masih urbanisasi sentris.

“Pembangunan kita belum membidik pemeretaan pembangunan. Seluruh wilayah Jawa maupun luar Jawa. Kota maupun luar kota. Desa dengan kota. Ketika kita ingin agar proses pembangunan ada arah yang berubah. Dari pembangunan kota menjadi ke desa,” paparnya.

Eksan yang juga politisi asal Fraksi Nasdem menambahkan, dimana desa memiliki peluang lebih membangun ekonomi. Infrastruktur itu akan jadi lokomotif sendiri untuk mencegah urbanisasi lebih besar. “Mestinya momentum lebaran menjadi untuk upaya membangun desa. Karena tidak terjadi apapun perubahan,” tandasnya.

Urbanisasi adalah fenomena usai lebaran dari desa kekot karena desa dinilai kurang mampu memberikan pemasukan untuk hidup layak dan lebih baik. Sementara kota dianggap menjanjikan secara ekonomi.

“Urbanisasi sebetulnya adalah akibat dari sebuah proses pembangunan yang tidak merata. Dimana kota besar sebagai pusat kekuatan ekonomi selama ini. Kalau itu kondisinya, urbanisasi harus dicegah,” ujarnya. (aca/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini