Kuasa Hukum Nunun, Ajukan Dua Permohonan Kepada Hakim

JAKARTA (suarakawan.com) – Penasehat Hukum terdakwa kasus pemberian travel cek kepada anggota dewan periode 1999-2004, Nunun Nurbaeti meminta kepada majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Selatan agar kliennya bisa dirawat jalan. Salah satu kuasa hukum Nunun, Mulyaharja mengatakan permohonan tersebut diajukan agar Nunun bisa tetap menjalani proses persidangan

“Kami mengajukan surat permohonan rawat jalan. Nunun sudah tidak peduli dengan kesehatannya. Yang penting sidang bisa cepat berakhir,” kata Mulyaharja kepada Majelis Hakim di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan, Jumat, (02/03)

Mulyaharja menambahkan, dalam surat permohohan itu pihaknya sudah melampirkan surat rekomendasi Rutan Pondok Bambu. Selain itu, surat permhonan itu juga berisi rekam medis Istri Mantan Wakpolri Adang Daradjatun itu.

“Kita menyertakan rekam medik Nunun dan surat rekomendasi Kepala Rutan Pondok Bambu dalam surat tersebut,” terangnya.

Selain itu, lanjut Mulyaharja, kepada majelis Hakim pihaknya meminta agar mengijinkan kliennya bisa dibawa ke rumah sakit Abdi Waluyo Menteng setelah sidang hari ini. Pasalnya menurut Mulya, kondisi Nunun yang terus melemah perlu mendapat perawatan intensif.

“Nunun perlu disuntik ke dokter. Kalau diperkenankan, Nunun dirawat dulu baru kemudian dibawa ke Rutan. Kebetulan ada dokter di Abdi Waluyo yang sudah tahu riwayat beliau,” katanya.

Ketua Majelis Hakim Sudjatmiko setelah mendengar permintaan kuasa hukum mengatakan pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu terkait permohonan nomor satu. Namun terkait permohonan agar Nunun bisa dibawa ke rumah sakit mengabulkan permohonan itu.

“Kita tidak bisa memutuskan sekarang. Kita harus mempertimbangkan dengan majelis hakim lain. Untuk yang ke rumah sakit setelah ini kita kabulkan dengan pengawalan petugas,” tandas Hakim Sudjatmiko.

Sebelumnya, Tersangka dugaan suap traveler cek kepada Anggota DPR priode 1999-2004 Nunun Nurbaerti hari ini menghadapi sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum.(mad/jto)

 

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Kuasa Hukum Nunun, Ajukan Dua Permohonan Kepada Hakim"