Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Krisis Rohingya di Myanmar, Candi Borobudur Siaga Satu

08 Sep 2017 // 11:48 // HEADLINE, NASIONAL, PERISTIWA

borobudur

MAGELANG (suarakawan.com) – Mengantisipasi seruan ‘doa bagi Rohingya di sekitar Borobudur,’ Jumat (8/9) hari ini, polisi melakukan penjagaan: pintu-pintu masuk dipasangi alat pendeteksi logam, dan kios-kios cendera mata tutup.

Polda Jawa Tengah menetapkan status siaga satu untuk kawasan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, menyusul rencana demonstrasi sejumlah ormas terkait krisis Rohingya di Myanmar.

Puluhan orang massa FPI sudah berdatangan pula di masjid An-Nur di sekitar wilayah Borobudur untuk melakukan salat Jumat, lapor Furqon Ulya Himawan, seorang wartawan setempat yang melaporkan untuk BBC Indonesia.

Siapa sebenarnya etnis Rohingya dan enam hal lain yang harus Anda ketahui
Krisis Rohingya: Bagaimana akuntabilitas para penggalang dana bantuan masyarakat?
Pemuka agama menyebut unjuk rasa apapun tidak seharusnya digelar di candi yang merupakan tempat peribadatan pemeluk Buddha itu.

Sebelumnya, kepada BBC Indonesia, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Djarod Padakova, mengatakan, “Kami siaga satu mulai hari (Kamis. 7/9) ini. Kapolda dan asisten operasi Kapolri ada di lokasi untuk memantau. Kami jaga masyarakat yang berwisata agar mereka tidak terganggu.”

Djarod menuturkan, UU 9/1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum menyebut tempat ibadah sebagai satu dari delapan kategori lokasi terlarang untuk demonstrasi.

Pintu-pintu masuk ke arah candi Borobudur dipasangi alat pendeteksi logam, sementara kios-kios cendera mata sekitar candi tutup.

Pintu-pintu masuk ke arah candi Borobudur dipasangi alat pendeteksi logam, sementara kios-kios cendera mata sekitar candi tutup.

Kepolisian, kata Djarod, akan memantau pergerakan massa sejumlah ormas yang terlibat rencana unjuk rasa krisis Rohingya.

“Sudah kami tegaskan demo itu dilarang. Tidak akan diberi izin. Akan kami tindak tegas karena dilarang Kapolri. Undang-undang juga melarang,” ujar Djarod.

Sebelumnya, Kapolres Magelang AKBP Hindarsono menyebut koordinator unjuk rasa telah sepakat mengurungkan niat berdemo di Borobudur. Dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, rencana unjuk rasa itu dialihkan ke Masjid An Nur Sawitan, sekitar 1,5 kilometer dari Borobudur.

“Agendanya, salat Jumat berjamaah, doa bersama dan penggalangan dana untuk Muslim Rohingya. Panitia penyelenggara aksi juga sudah menyetujui,” kata Hindarsono kepada pers.

Adapun, Jumat ini, kegiatan pariwisata Borobudur hanya dibuka untuk wisatawan yang datang secara berkelompok, bukan perorangan. Pengelola mengambil keputusan itu untuk mempermudah pengawasan terhadap pengunjung.

Undang-undang melarang masyarakat berunjuk rasa di tempat ibadah, termasuk Candi Borobudur.

‘Bukan isu lokal’

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Anwar Abbas meminta komunitas Islam tidak menjadikan krisis Rohingya sebagai dasar persekusi terhadap penganut Buddha. Yang terjadi di Rakhine, Myanmar, kata dia, tidak sepatutnya dilokalisasi.

“Masalah di sana jangan dijadikan dasar untuk membenci pemeluk Buddha di Indonesia karena mereka tidak berhubungan dengan yang terjadi di sana,” ujar Anwar di Jakarta, Kamis siang (7/9), dalam acara yang melibatkan berbagai pemimpin agama.

Sekolah bantuan Indonesia di Rakhine ‘baru dimanfaatkan’ siswa Rohingya
Presiden Jokowi meminta pemerintah Myanmar ‘hentikan dan cegah kekerasan’
Menurut Anwar, persekusi terhadap umat Buddha dan unjuk rasa di Borobudur akan memicu persoalan baru, terutama dari komunitas Buddha internasional.

“Atas dasar apa kita harus membenci umat Buddha dan berdemo di Borobudur? MUI jelas tidak merestui demo di sana,”

Ratusan ribu pengungsi Rohingya dilaporkan melarikan diri dari Myanmar ke sejumlah kota di berbagai negara ASEAN, termasuk ke Medan, Sumatera Utara, seperti keluarga Muhammad Rofiq ini.

Ditemui dalam kesempatan yang sama, Ketua Presidium Inter Religion Council Din Syamsuddin menyebut krisis Rohingya di Myanmar tak dapat dilepaskan dari konteks keagamaan. Namun ia mengimbau publik berkontribusi secara positif bagi para pengungsi Rohingya.

“Banyak kalangan Islam berjihad di sana dengan membangun rumah sakit dan tempat pendidikan. Krisis itu harus diselesaikan secara beradab,” ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah unjuk rasa berlangsung, mengecam Burma. Rabu (6/9), ratusan orang dari berbagai ormas seperti FPI, Pemuda Pancasila, dan Forum Betawi Rempug mlakukan aksi protes di depan Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta. Mereka menuntut pemerintah segera mengusir perwakilan Myanmar dari Indonesia.

Pengunjuk rasa membakar bendera Myanmar di depan kantor Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta, Rabu (6/9).

Pada demo itu, sejumlah ujaran beberapa kali terdengar. Kata bunuh, bakar, sweeping diucapkan orator dari mobil komando. Pimpinan ormas-ormas itu juga mendorong anggota mereka pergi ke Rakhine, memberi bantuan fisik melawan militer Myanmar.

Adapun, pemerintah Myanmar hingga saat ini terus memperketat akses masuk ke Rakhine. Sejak 25 Agustus lalu, gelombang pengungsi Rohingya keluar dari Rakhine menuju Bangladesh masih terjadi. Setidaknya 400 orang dilaporkan tewas dalam konflik terbaru di negara bagian tersebut. (bbc/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini