Krisis Polusi Udara Melanda Wilayah Uni Eropa

KRAKOW (suarakawan.com) – Polandia sedang menghadapi pencemaran udara selama sekitar enam bulan, akibat kabut asap yang disebabkan dari pembakaran batu bara secara massal untuk pemanasan domestik di seluruh negeri.

Beberapa kota di Polandia bahkan lebih tercemar dari pada Beijing dan diperkirakan 45.000 orang meninggal setiap tahun karena tingginya tingkat polusi penyebab pembakaran batu bara.

Seorang warga bernama Eva Ciesielska (39 tahun) telah berjuang melawan apa yang dia yakini adalah penyakit yang berhubungan dengan polusi udara yang telah menjangkiti keluarganya sejak mereka pindah dari Kanada ke kota terbesar kedua Polandia, Krakow. Kota ini diperkirakan memiliki kualitas udara terburuk di dunia.

Suami Ciesielska dan kedua putrinya, Zoe (9) dan Lena (6) terus menderita kesulitan pernapasan. Mereka kini harus dalam perawatan untuk mencegah hal buruk terjadi. Keluarga ini bahkan haru menggunakan masker saat membuka jendela di rumahnya dan nebuliser, sebuah alat yang digunakan untuk memasukkan obat dalam bentuk uap untuk dihirup ke dalam paru-paru.

“(nebuliser) membuat napas lebih baik setiap kali kita memiliki masalah (seperti) batuk yang buruk atau membantu ketika kita tidak bisa menelan karena infeksi tenggorokan,” kata Ciesielska.

Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia tentang kualitas udara 33 dari 50 kota yang paling tercemar di Uni Eropa berada di Polandia. Ini telah membawa negara itu memiliki gelar ‘Eropa Beijing’.

Selain itu, sejumlah aktivis memasangkan masker ke patung-patung di Paris dan kota-kota lain di Perancis untuk mengingatkan apa yang mereka katakan sebagai kegagalan Prancis dalam mengatasi polusi udara pada Sabtu (31/3).

Protes itu bertepatan tenggat waktu bagi Prancis untuk menyampaikan rencana memperbaiki kekurangannya mengenai kualitas udara ke Komisi Eropa.

Dalam pernyataan bersama, organisasi lingkungan dan anti-polusi udara termasuk France Nature Environment, ANV-COP 21, Federasi Pengguna Sepeda dan Greenpeace, menyerukan kebijakan transportasi udara bersih.

Pada Februari 2017, Uni Eropa memerintahkan lima negara anggota termasuk Prancis, Inggris dan Jerman untuk memperketat pengawasan terhadap mobil penyebab polusi asap atau berisiko dikirim ke pengadilan tinggi Eropa.

Komisi itu mengatakan bahwa kadar nitrogen dioksida yang ‘terus tinggi’ menyebabkan 70.000 kematian prematur di Eropa pada tahun 2013, tiga kali lipat jumlah kematian akibat kecelakaan lalu lintas di tahun yang sama.(mer/rur)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Krisis Polusi Udara Melanda Wilayah Uni Eropa"