KPK Nilai Biasa Tersangka Bohong di Pengadilan

JAKARTA (suarakawan.com) – Anggota DPR RI Angelina Sondakh seringkali membantah jika dirinya pernah meminta dan menerima fee Proyek Wisma Atlet. Menanggapi hal itu Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto menilai hal itu adalah biasa bagi saksi yang juga menjadi tersangka kasus yang sama.

“Saya ingatkan begini, saksi yang juga tersangka biasanya memang ciri khas bahwa dia akan mengingkari hasil-hasil pemeriksaan, mengingkari potensi keterlibatan dia, mengingkari keterangan saksi yang menempatkan dia sebagai tersangka,” kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto saat ditemui di gedung KPK, Kamis (16/02)

Bambang menambahkan jika pengakuan Angie yang kebanyakan menjawab ‘tidak tahu’ di Pengadilan Tipikor Kemarin adalah wajar. Pasalnya lanjut Bambang, ada hak ingkar dalam undang-undang Pokok Kekuasaan.

“Wajar saja, siapapun itu selain Angie, melakukan dengan hati ingkar. Saya menggunakan istilah hak ingkar. Itu ada di dalam UU Pokok Kekuasaan Kehakiman,” imbuh Bambang.

Bambang menambahkan KPK sudah menyipakna sejumlah barang bukti untuk membantah sanggahan Angelina dalam kasus suap Wisma Atlet. Barang bukti itu lanjut Bambang bisa berupa keterangan saksi, keterangan terdakwa, dan petunjuk.

“Bisa dari surat, bisa keterangan lain. KPK tidak terlalu cemas. Dia mencoba melegitimasidari proses pembuktian yang dilakukan KPK. Kita memperkuat keterangan saksi yang lain,” tandasnya.

Sekadar diketahui, Angelina dalam persidangan Nazarudin banyak menjawab tidak tahu, baik dari pertanyaan jaksa maupun Nazaruddin. Sering kali pertanyaan yang dilontarkan, baik jaksa maupun Nazaruddin dijawabnya tidak tahu. Mulai dari percakapan BlackBerry Messenger (BBM) dengan Mindo Rosalina Manulang, hingga pertemuan membahas fee Wisma Atlet dengan sejumlah pihak. Bahkan Angie mengaku baru memiliki Blackberry akhir tahun 2010.(mad/jto)

 

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "KPK Nilai Biasa Tersangka Bohong di Pengadilan"