Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

KPK Jerat Emirsyah Satar dengan Pasal Pencucian Uang

09 May 2017 // 22:37 // HEADLINE, HUKUM, HUKUM & KRIMINALITAS

kpk2

JAKARTA (suarakawan.com) – Berkas penyidikan tersangka mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, dan Bos PT Mugi Rekso Abadi, Soetikno Soedarjo, dalam waktu dekat akan rampung.

Menurut Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarif, lembaganya tengah mengkaji untuk menerapkan pasal pencucian uang kepada kedua tersangka.

“Untuk kasus Garuda sepertinya sudah siap. Tapi untuk TPPU-nya itu masih jadi bagian yang diselidiki penyidik kami,” kata Laode di Jakarta, Selasa (9/5).

Saat ini, selain memeriksa tersangka dan sejumlah saksi, KPK juga sudah melakukan serangkaian upaya hukum, seperti pemblokiran rekening dan menggeledah di beberapa lokasi. Hasilnya, sejumlah uang jutaan dolar AS dan beberapa dokumen disita penyidik KPK.

Dalam perkara awal, Emirsyah diduga menerima suap dan Soetikno sebagai perantara pemberi suap dari perusahaan Roll Royce.

KPK sendiri telah melakukan penelusuran aset terhadap Emirsyah Satar. Hasilnya terdeteksi, selain dalam negeri, Chairman MatahariMall itu memiliki harta di Singapura. Bahkan, terdeteksi pula adanya penggunaan rekening milik mertua Emirsyah untuk menampung uang suap berjumlah jutaan dolar AS itu.(viv/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini