KPK Isyaratkan Panggil Menpora Terkait Kasus Hambalang

JAKARTA (suarakawan.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi saat ini masih melakukan pengembangan penyelidikan terkait kasus dugaan korupsi pembangunan komplek olahraga Hambalang di Bogor. Jika diperlukan KPK akan memanggil sejumlah pihak, di antaranya Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alfian Malaranggeng.

“KPK masih melakukan penyelidikan terkait Hambalang, jika diperlukan bisa saja Andi dimintai keterangan,” ujar juru bicara KPK, Johan Budi melalui pesan singkat, Selasa (21/02).

Sebelumnya, Ketua Komisi X DPR Mahyuddin mengakui jika dirinya pernah bertemu dengan terdakwa kasus dugaan suap Proyek Pembangunan Wisma Atlet Palembang, Muhammad Nazarudin. Menurut Mahyudin pertemuan berlangsung di Kementerian Pemuda dan Olahraga lantai 10. Selain dengan Nazar, pertemuan itu juga hadir Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alfian Malaranggeng selaku tuan rumah dan Angelina Sondakh.

“Pernah bertemu. Pertemuan itu di Kemenpora lantai 10, seingat saya waktu itu bulan 1 tahun 2010, ada saya, Pak Menteri, terdakwa, dan Angelina Sondakh,” kata Mahyuddin saat memberikan kesaksian di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat (17/2) pekan lalu.

Mahyudin menjelaskan tidak yanng pentinng dalam pertemuan itu selain silaturahim memberikan ucapan selamatan karena Andi Malaranggeng menjadi Menpora yang baru dalam kabinet Indonesia Bersatu jilid dua. Inisiatif pertemuan itu lanjut Mahyudin merupakan inisiatif mereka bertiga dirinya, Nazarudin dan Angelina Sondakh.

“Saya gak ingat yang mulia karena tidak ada yang penting. Pertemuan itu hanya silaturahim saja dan mendengar cerita Pak Menteri yang suka olah raga,” tambahnya.

Berkali-kali majelis hakim menanyakan mengenai pertemuan itu Mahyudin tetap menyatakan tidak ada yang penting. Namun setelah didesak dan diberikan waktu untuk mengingat oleh Majelis Hakim akhirnya Mahyudin mengaku jika Nazar sempat membahas mengenai proyek Hambalang. “Nazar bilang, Bang sertifikat tanah 32 hektar tanah Hambalang sudah selesai. Pak Andi mendengar itu hanya bilang terima kasih,” ujarnya.

Sontak mendengar pengakuan tersebut majelis kembali mencecar saksi dengan pertanyaan kenapa tiba-tiba terdakwa ngomong itu, Mahyudin menjawab tidak ada.

“Kenapa tiba-tiba terdakwa ngomong itu, apakah ada pembicaraan sebelumnya?” tanya Hakim Dharmawati Ningsih.

“Tidak ada,” jawab Mahyuddin.

“Apakah ada pembicaraan soal SEA Games?” tanya Hakim.

“Tidak ada,” jawabnya.

Saat ditanya apakah Hambalang itu merupakan proyek Kemenpora dia mengakui hal itu. Namun dirinya hingga saat ini tidak tahu apakah proyek tersebut sudah jalan atau belum. “Setahu saya tidak tahu,” tandasnya.(mad/jto)

 

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "KPK Isyaratkan Panggil Menpora Terkait Kasus Hambalang"