KPK Belum Tetapkan Tiga Pejabat Kemenakertrans Sebagai Tersangka

M. Jasin

JAKARTA (suarakawan.com)– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih belum menetapkan tersangka pejabat Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) yang tertangkap tangan Kamis (25/8) malam.

KPK masih memeriksa pejabat Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) saat terlibat praktek suap menyuap untuk pencairan dana percepatan pembangunan daerah di bidang transmigrasi 19 Kabupaten se Indonesia.

“Masih diperiksa,” kata Ketua KPK Busyro Muqoddas melalui pesan singkat, Jumat (26/08).

Hal senada diungkapkan, Wakil Ketua KPK bidang pencegahan M Jasin yang mengatakan usai pemeriksaan pihaknya segera menetapkan ketiganya sebagai tersangka. Dan langsung melakukan pengembangan.

“Tiga orang itu segera ditetapkan sebagai tersangka terlebih dahulu. Kemudian, yang lain sedang dihimpun data dan informasinya,” kata Jasin saat dihubungi.

Sebelumnya, KPK menangkap Kabag Perencanaan dan Evaluasi Dadong Irbarelawan, Sekretaris Ditjen P2K Transmigrasi I Nyoman Suisanaya dan pengusaha bernama Dharnawati di tiga tempat berbeda. Ketiganya ditangkap lantaran diduga melakukan praktek suap menyuap untuk pencairan dana percepatan pembangunan daerah di bidang transmigrasi 19 kabupaten se-Indonesia senilai Rp 500 miliar.

Fee Rp 1,5 miliar diduga diberikan DNW dari pihak swasta ke INS, selaku Sekretaris Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Kawasan Transmigrasi. Uang itu disampaikan DNW lewat kurir berinisial S. Pria berinsial S sendiri adalah pegawai P2KT.(syd/nas).

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "KPK Belum Tetapkan Tiga Pejabat Kemenakertrans Sebagai Tersangka"