Korban Tewas & Hilang Akibat Tsunami di Jepang 21.000 Orang

TOKYO – Jumlah warga Jepang yang dilaporkan tewas dan hilang karena gempa dan tsunami terus bertambah. Hingga malam ini korban tewas dan hilang karena gempa dan tsunami di Jepang sekitar 21.000 jiwa.

Seperti dikutip dari NHK, Minggu (20/3), Kepolisian Nasional Jepang menyebutkan 8.277 orang telah dikonfirmasi tewas dan 12.722 orang lainnya dinyatakan hilang. Total korban tewas dan hilang hingga saat ini 20.999 orang.

Daerah perfektur Miyagi dilaporkan paling banyak korban tewas. Korban tewas di kawasan ini mencapai 5.053 orang. Kepolisian wilayah Miyagi bahkan memperkirakan masih ada 15.000 warga lainnya hilang.

Perfektur Iwate juga tak kalah parah. Sebanyak 2.650 warga dilaporkan tewas. Fukushima, tempat terjadinya kecelakaan PLTN juga kehilangan 691 orang warganya karena tsunami di Jepang.

Gempa dan tsunami di Jepang awal bulan ini menjadi bencana alam paling mematikan di Jepang sejak gempa Kanto pada tahun 1923 yang menewaskan lebih dari 142.000 orang.

Sekitar 35.000 pengungsi bertahan di tempat penampungan di Tokyo, Jepang. 20.000 diantaranya mereka dari daerah dekat PLTN Fukushima Daiichi, antara lain Niigata, Yamagata dan Tochigi.

Pemerintah Jepang melaporkan, bantuan bagi korban gempa dari 14 negara yang tiba di Jepang, antara lain 25.000 selimut dari Kanada, 30.000 paket makanan siap saji, 230.000 botol air mineral dari Korea Selatan dan 500 buah pembangkit listrik dari Taiwan.

Krematorium di daerah yang dilanda bencana mengalami kesulitan bekerja dalam penanganan jenasah, akibat kelebihan kapasitas dan kurangnya bahan bakar. Karena pertimbangan higienis maka beberapa kabupaten/ kota yang dilanda bencana memungkinkan untuk melakukan penguburan, termasuk kota Higashimatsushima, Miyagi.(nhk/iza)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Korban Tewas & Hilang Akibat Tsunami di Jepang 21.000 Orang"