Korban Lumpur Lapindo Ancam Blokir Jalan Porong

SURABAYA– Warga di empat desa korban dampak luapan lumpur panas Lapindo Brantas mengancam akan memblokir jalan Raya Porong dan jalur alternatif, jika pemerintah tidak memasukkan 45 rukun tetangga (RT) di empat desa dalam peta terdampak.

Empat desa tersebut, yakni 7 RT di Desa Besuki, 18 RT di Mindi, 12 RT di Ketapang dan 8 RT di Panotan.

Ancaman warga di empat desa tersebut merespon upaya pemerintah yang hanya memberikan dana Rp1,1 triliun untuk 9 RT di Siring Barat, Jatirejo Barat dan Mindi. Dan Rp 2,9 triliun untuk 3 desa yakni Kedungcangkring, Pejarakan dan Besuki.

“Kenapa 45 RT tidak disinggung. Bagaiamana keberadaan nasib kami. Warga juga merasah resah, bahkan siap melakukan aksi demo, tapi kita redam dulu. Biarkan kami perwakilan menemui Pak Gubernur dulu untuk menanyakan nasib kami,” tutur M Jasin Ketua RW III, Kelurahan Mindi, Kecamatan Porong, Sidoarjo di kantor Gubernur Jatim, Senin (28/3) kemarin.

Jasin mengatakan, pihaknya mendapatkan kabar akan ada revisi Perpres no. 14 tahun 2007 tentang BPLS, yang juga membahas masalah nasib warga korban lumpur.

“Kami minta 45 RT juga dimasukkan ke dalam Perpres. Kalau tidak diakomodir, masyarakat akan bergerak. Bukan tidak mungkin lagi, masyarakat sudah gatal ingin memblokir jalur Porong, jalur alternatif termasuk jalur kereta api. Karena sudah 5 tahun warga menderita,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Jatim Soekarwo di wakilkan Asisten III bidang Kesejahteraan Masyarakat (Kesmas) Pemprov Jatim, Edi Purwinarto untuk menemui warga tersebut mengatakan, akan menampungnya dan membahasnya dengan pihak-pihak terkait.

“Rabu kami akan mengundang satker termasuk Bupati Sidoarjo untuk menindaklanjuti amanah dari pak menteri. Warga juga akan dihubungi,” ujarnya disela-sela pertemuan.

Ia menerangkan, pada Kamis (24/3) pekan lalu, sudah digelar rapat di Sekretaris kabinet (sekkab) yang juga dihadiri Gubernur Soekarwo maupun Bupati Sidoarjo Saiful Illah dan Kementerian terkait, yang agendannya membahas revisi Perpres 14 Tahun 2007.

“Kami akan melakukan pendataan. Karena rapat di sekkab juga membahas maslah korban. Kita sepakat bahwa seluruh warga yang menjadi korban lumpur diselesaikan dalam tahun 2012,” jelasnya.(ut/ara)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Korban Lumpur Lapindo Ancam Blokir Jalan Porong"