Konsorsium Rumah Mangrove Somasi Pemkot

Tidak ada komentar 9 views

Prigi Arisandi (kiri), salah satu aktivis Rumah Mangrove

SURABAYA (suarakawan.com)-Konsorsium Rumah Mangrove  melayangkan somasi kepada  Pemerintah Kota , yang isinya pertama mendesak  segera membuat aturan tentang tanah oloran. Kedua, Konsorsium Rumah Mangrove  minta ada jedah pemanfaatan tambak.

Somasi ini karena Konsorsium Rumah Mangrove, sangat prihatin dengan aksi pembalakan liar. Berdasarkan data Konsorsium Rumah Mangrove sejak tahun  2001 – 2011 sudah terjadi 4 kali  penebangan secara besar-besaran.

“Pembukaan dan pembalakan ini  akan mengancam ekologi pesisir karena mangrove rumah bagi keanekaragaman hayati, penahan ombak,” ujar Wawan Some, Ketua Konsorsium Rumah Mangrove, saat jumpa pers di kantor LBH Surabaya, Senin sore (23/05).

Wawan menambahkan, para pelaku pembalakan ini seharusnya dapat dijerat dengan UU 27/2007 tentang pengelohan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil dan UU 32/2009 tentang lingkungan hidup.

“Masyarakat beralasan melakukan pembalakan ini karena untuk membuka tambak, dan kemungkinan tambak lama, terbelengkalai lalu warga diperintahkan untuk menjual pada pengembang,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Operasional LBH Surabaya, Faik Ashsidiqi, harus ada kajian terlebih dulu, kalau mau mengajukan Citizen Law Suite.  Karena lahan yang mereka kuasai ditanami mangrove, maka mereka berpikiran ini mengganggu lahan yang mereka kuasai.

“Sangat patut disayangkan peristiwa pembalakan itu. Dan seharusnya Negara memalui pemerintah harus dapat memahami permasalahan status tanah ini,” papar Sidiq.

Status hukum, lanjutnya,  penguasaan lahan, selama tidak dapat membuktikan dari pihak orang atau badan hukum kepemilikan hak tanah, maka disebut tanah negara. Oleh karena itu dalam UU 5/1960 pasal 10 menyebutkan ada hak atas tanah. Hak milik, hak guna bangunan, pemanfataan lahan, hak guna pakai. Sedangkan pemilik berbadan hukum.

“Jika pemerintah kota surabaya akan melakukan ganti rugi dari status tanah yang sudah bersertifikat itu adalah konsekuensi yang harus diterima,” tegas dia.(Jto/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Konsorsium Rumah Mangrove Somasi Pemkot"