Konflik SDN Tandes Lor Dipicu Faktor Kepentingan

1 komentar 27 views

SURABAYA – Kasus Kepala Sekolah SDN Tandes Lor 1, Wahyuningsih, yang dilaporkan ke DPRD Kota Surabaya, diketahui ternyata hanya ada konflik kepentingan antara guru dan kepala sekolah.

“Sejak Maret lalu masalah ini sudah saya selesaikan dengan mengirim surat mutasi Kepal Sekolah Tandes ke Dinas Pendidikan Kota,” kata Kepala UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Tandes, Daka Wahyudi MPd, Rabu (27/4) siang.

Tetapi, lanjut dia, guru -guru sendiri, kurang bersabar sehingga, ada beberapa guru mengajukan mosi tidak percaya dan mengirim surat aduan ke DPRD Kota Surabaya.

“Seharusnya kasus ini sudah bisa diselesaikan lewat dinas saja, tidak perlu sampai ke DPRD,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kepala sekolah yang akrab dipanggil Bu Yun ini, telah melakukan pelecehan dan penganiayaan terhadap beberapa murid dan guru SDN Tandes Lor 1.

Wahyuningsih adalah Kepala Sekolah yang menorehkan beberapa prestasi buat SDN Tandes Lor ini. Dia juga dinobatkan sebagai kepala sekolah teladan tingkat nasional. Bahkan SDN Tandes Lor ini sering mendapat bantuan dari luar negeri seperti negara Inggris.

“Bu Yun melakukan tindakan tersebut hanya untuk menegakkan disiplin,” ujar anggota Komite Sekolah SDN Tandes Lor 1, Suratin.

Sementara itu, Wahyuningsih saat dihubungi suarakawan.com melalui telepon, dirinya saat ini hanya sebagai korban dari kepentingan dan politik yang ada di internal SDN Tandes sendiri.

“Sudah saatnya saya bicara mas, demi kemajuan pendidikan di Kota Surabaya,” ungkap dia.

Saat ini, lanjut Yuni lebih mementingkan anak didik, terutama kelas 6, karena minggu depan mereka melaksanakan ujian nasional. (Jito/ara)

Satu Respon

Tinggalkan pesan "Konflik SDN Tandes Lor Dipicu Faktor Kepentingan"